banner 728x250

Sentuhan Sehat di Perbatasan: Satgas Pamtas RI-RDTL dan Yayasan Tangan Pengharapan Layani Warga Manusasi

TTU |BELUPOS.Com) — “Bagi kami, kesehatan adalah jembatan menuju masa depan,” ujar Letda Arh Gunanjar, Danpos Manusasi, sambil menyapa warga yang antre dengan senyum lebar. Kalimat itu bukan sekadar retorika, melainkan napas dari sebuah aksi nyata yang berlangsung di Desa Manusasi, Kecamatan Miomaffo Barat, Selasa (12/8/2025).

Di sebuah ruang sederhana yang menjadi kantor desa, pagi itu berubah menjadi klinik kebahagiaan. Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Barat Yon Arhanud 15/DBY, bekerja sama dengan Yayasan Tangan Pengharapan, menggelar pelayanan kesehatan gratis. Mobil klinik yang menjadi ujung tombak kegiatan ini terparkir di halaman, menjadi tanda bahwa hari itu adalah hari istimewa bagi warga perbatasan.

Ratusan warga dari berbagai dusun datang silih berganti. Ada yang membawa anak kecil, ada pula lansia yang berjalan perlahan dengan tongkat. Mereka semua berkumpul dengan satu harapan: pulang dengan tubuh lebih sehat dan hati lebih tenang.

Kehadiran tokoh-tokoh penting memberi warna tersendiri. Ketua DPRD TTU, Kristoforus Efi, ST; Camat Miomaffo Barat, Yasintus Naben; Kepala Desa Manusasi, Emirensianafallo; perwakilan Ketua Komisi II DPRD, Chandra G. Anin, S.E; tim medis dari Puskesmas Eban dan Inbate; hingga anggota Satgas yang dipimpin langsung oleh Dansatgas, Letkol Arh Rendi Trisetyo Nugroho, ikut memastikan kegiatan berjalan lancar.

“Ini bukan sekadar pengobatan, tetapi juga edukasi agar masyarakat semakin sadar pentingnya menjaga kesehatan,” tutur Gunanjar. Di sela pelayanan, tenaga medis memberi penyuluhan tentang pola hidup sehat, gizi, dan kebersihan lingkungan.

Bagi Ketua DPRD TTU, kegiatan seperti ini adalah investasi jangka panjang. “Kami berharap program ini tidak berhenti di sini. Kesehatan masyarakat perbatasan adalah prioritas, karena dari sinilah ketahanan bangsa dimulai,” ungkap Kristoforus.

Selama lebih dari 12 bulan bertugas, Satgas Pamtas Yon Arhanud 15/DBY telah menorehkan jejak pengabdian di sepanjang garis perbatasan RI–RDTL. Mereka bukan hanya penjaga kedaulatan, tetapi juga penyalur harapan. Dan di Manusasi, harapan itu tiba dalam bentuk stetoskop, obat-obatan, dan senyum yang tak ternilai.

 

 

banner 325x300
Penulis: Redaksi BeluposEditor: Agustinus Bobe

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *