banner 728x250

Pasar Baru Atambua Ditata: Lahan Kosong Disulap Jadi Area Parkir, Wajah Kota Mulai Berbenah

ATAMBUA, BELOPOS.COM — Riuh Pasar Baru Atambua yang selama ini akrab dengan kesemrawutan, perlahan berubah menjadi lanskap yang lebih tertata. Senin pagi (13/04/2026), langkah-langkah petugas dari Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Belu bersama Satpol PP, Dinas Lingkungan Hidup, dan Perhubungan menyatu dalam satu gerakan: menata ulang ruang publik yang selama ini kehilangan keteraturan.

Penertiban itu bukan sekadar operasi rutin. Ia lahir dari keluhan panjang masyarakat—tentang parkir yang semrawut, kebersihan yang terabaikan, dan ruang jalan yang perlahan berubah fungsi menjadi lapak dadakan.

Di lapangan, suasana berlangsung kondusif. Petugas tidak hanya menertibkan, tetapi juga membantu pedagang membongkar tenda dan memindahkan barang dagangan ke los yang telah disiapkan—sebuah pendekatan yang mengedepankan ketertiban tanpa menghilangkan sisi kemanusiaan.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Belu, Vincensius Kurniawan Laka, ST, menegaskan bahwa langkah ini telah melalui tahapan sosialisasi selama empat hari.

╔══════════════════════════════════╗
║ “Kita melihat selama ini para pedagang ║
║ dan pembeli mengeluhkan kesemrawutan, ║
║ kenyamanan, parkiran, dan kebersihan, ║
║ sehingga hari ini kita lakukan ║
║ penertiban.” ║
╚══════════════════════════════════╝

Salah satu langkah strategis dari penertiban ini adalah pemanfaatan lahan kosong di area pasar menjadi tempat parkir kendaraan. Ruang yang sebelumnya tak terkelola kini diubah menjadi solusi untuk mengurai kemacetan dan mengembalikan fungsi jalan.

╔══════════════════════════════════╗
║ “Untuk beberapa hari ke depan lahan ║
║ yang ditertibkan ini kita gunakan ║
║ untuk menampung parkiran, sehingga ║
║ tidak ada lagi pemanfaatan jalan raya ║
║ untuk parkir dan berjualan.” ║
╚══════════════════════════════════╝

Penataan juga menyasar distribusi pedagang. Seluruh pedagang diminta menempati lapak yang telah disediakan. Sementara mereka yang berjualan di luar area, termasuk di sekitar masjid, akan diarahkan ke Pasar Lolowa atau lokasi lain yang telah ditentukan.

Kawasan yang ditertibkan mencakup titik-titik vital: dari Cabang Toko Angkasa Ria menuju Toko Flora, berlanjut ke arah BRI, hingga area dari Pos Polisi menuju persimpangan Rumah Jabatan Bupati Belu—wilayah yang selama ini menjadi pusat kepadatan aktivitas sekaligus sumber persoalan.

Terkait infrastruktur pasar yang masih dikeluhkan, pemerintah memastikan perbaikan telah masuk dalam rencana anggaran perubahan tahun ini, dengan target realisasi pada akhir 2026.

╔══════════════════════════════════╗
║ “Beri kami waktu, kami akan menertibkan ║
║ dari trotoar dan badan jalan. Kami ║
║ mohon kerjasama dan tidak ada ║
║ perlawanan agar semua bisa berjalan ║
║ sesuai rencana.” ║
╚══════════════════════════════════╝

Dukungan juga datang dari pedagang. Domingus Mali, salah satu perwakilan pedagang, menyambut baik langkah tersebut sebagai jalan menuju pasar yang lebih tertib dan nyaman.

╔══════════════════════════════════╗
║ “Kami sangat senang, supaya pasar bisa ║
║ tertib jual dan tertib parkir. Kami ║
║ harap semua pedagang masuk ke dalam, ║
║ jangan jual di jalan atau trotoar.” ║
╚══════════════════════════════════╝

Ia juga berharap penertiban diperluas ke pasar pagi dan sore, serta mengusulkan agar pedagang hasil bumi dari kampung difokuskan di Pasar Lolowa demi menjaga alur distribusi yang lebih tertib.

╔══════════════════════════════════╗
║ “Kalau masih ada yang jual di jalan, ║
║ orang tidak akan mau masuk ke dalam ║
║ lapak. Kami sangat mendukung supaya ║
║ pasar tidak kumuh, bersih, dan aman.” ║
╚══════════════════════════════════╝

Secara kontekstual, penataan Pasar Baru Atambua menjadi cermin penting bagaimana pemerintah daerah berupaya menyeimbangkan antara aktivitas ekonomi rakyat dan keteraturan ruang publik. Ketika pasar dikelola dengan disiplin dan kolaborasi, maka tidak hanya kenyamanan yang tercipta, tetapi juga kepercayaan publik terhadap tata kelola pemerintahan.

Pada akhirnya, pasar bukan sekadar tempat bertemunya penjual dan pembeli—ia adalah denyut kehidupan kota. Dan ketika denyut itu mulai teratur, di situlah peradaban kecil tumbuh, perlahan namun pasti, menuju wajah kota yang lebih tertib dan bermartabat.

banner 325x300
Penulis: Redaksi BeluposEditor: Agustinus Bobe

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *