banner 728x250

Belu Bangkit, Tefa Menuntaskannya

ENDE |BELUPOS.Com)-Di tengah ladang tandus keraguan, kaki Albert Tefa melukis sebuah jawaban. Satu sentuhan, tiga lawan terlucuti, dan satu sepakan terukur yang mengantar Persab Belu ke pesta delapan besar ETMC XXXIV, membungkam segala sangsi.

Gerbang delapan besar ETMC XXXIV Ende 2025 akhirnya terbuka untuk Persab Belu. Pada laga 16 besar, Senin (24/11/2025), mereka menuntaskan tugas dengan kemenangan tipis 1-0 atas Citra Bakti Ngada.

Di tengah laga yang seolah menuju pada drama adu penalti, Albert Tefa hadir sebagai penentu nasib di menit ke-79.

Sebuah umpan lambung dari tengah lapangan diterimanya di sisi kanan. Kontrol bola yang matang, diikuti dengan gerakan membelah yang menyingkirkan tiga pemain lawan, membawanya ke posisi sempurna.

Tanpa ampun, tendangan rendahnya melesat meninggalkan kiper Citra Bakti yang hanya bisa menyaksikan kulit bola mengejaring gawangnya. Gol tunggal itu pun bertahan hingga peluit panjang berbunyi, mengukir kemenangan sekaligus pembuktian.

Kemenangan ini adalah sebuah senja yang indah setelah matahari terik kekalahan. Sebuah jawaban atas bisik-bisik keraguan yang membayangi.

“Banyak yang meragukan karena Persab kalah kemarin.

Tapi pemain dan pelatih bisa menunjukkan prestasi dan kemampuan supaya Belu bisa diperhitungkan kali ini,” tegas Andrianus Febyanto Manek (Andre), Ketua Askab Belu, dengan nada penuh keyakinan.

Di balik torehan kemenangan di lapangan, tersimpan sebuah filosofi yang lebih dalam dari sang pemimpin. Askab Belu sengaja tidak menggantungkan mimpi-mimpi tinggi nan rapuh. Target mereka bukan semata piala, tetapi sesuatu yang lebih fundamental: membangunkan sepak bola Rai Belu dari tidur panjangnya.

“Kami tidak pasang target besar. Yang penting tampil maksimal, kerja keras, percaya proses, dan menjaga komitmen pembinaan,” ujar Andre, menggambarkan pondasi baru yang sedang mereka tata. Fondasi yang dibangun atas kerja organisasi yang lebih tertata, transparan, dan berorientasi jangka panjang.

Kemenangan ini bukan sekadar angka. Ia adalah buah nyata dari metamorfosis cara kerja kepengurusan yang baru—lebih cepat, terbuka, dan terkoordinasi. Sebuah janji bahwa dengan keseriusan, keterbukaan, dan tanggung jawab, Persab Belu mampu kembali bersaing.

Mereka tidak hanya mengejar satu kemenangan, tetapi sedang menorehkan sebuah arah baru, menanam bibit untuk kebangkitan yang sesungguhnya. Langkah delapan besar adalah sebuah awal, sebuah deklarasi bahwa Belu telah kembali, dengan cara mereka sendiri.

banner 325x300
Penulis: Redaksi BeluposEditor: Agustinus Bobe

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *