banner 728x250

Atambua Berbenah: Dari Hotel Melati Menuju Wajah Baru Pariwisata Perbatasan

ATAMBUA |BELUPOS.Com)
Sebagai kota perbatasan yang berhadapan langsung dengan Republik Demokratik Timor Leste, Atambua terus menata diri. Tidak hanya melalui pembangunan infrastruktur dasar, tetapi juga dengan memperkuat sektor akomodasi sebagai wajah awal pariwisata daerah.

Penambahan hotel dan homestay oleh pihak swasta di wilayah Kabupaten Belu masih terus berlangsung. Geliat ini menjadi penanda tumbuhnya kepercayaan terhadap Atambua sebagai kota transit, kota kunjungan, sekaligus kota persinggahan wisata dan bisnis lintas negara.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Belu, Januaria Nona Alo, S.IP, mengatakan saat ini terdapat sekitar 20 hotel dan homestay berklasifikasi melati di Kota Atambua. Seluruhnya terus dibina agar ke depan mampu meningkatkan standar pelayanan dan fasilitas menuju kategori hotel berbintang.

“Kami mendorong pengelola hotel dan homestay agar siap naik kelas. Bukan hanya dari sisi bangunan, tetapi juga kualitas layanan, etika, dan profesionalisme,” ujar Januaria kepada Belu Pos, Selasa (20/01/2026).

Menurutnya, pelayanan menjadi kunci utama dalam membangun citra pariwisata perbatasan. Keramahan, kebersihan, kesehatan lingkungan, estetika, dan keamanan menjadi aspek yang terus ditekankan dalam pembinaan.

“Hotel dan homestay harus benar-benar siap menjadi tuan rumah yang baik. Tamu datang dengan latar belakang budaya yang beragam, sehingga pendekatan pelayanan harus semakin adaptif dan berorientasi pada kenyamanan,” katanya.

Selain kualitas pelayanan, kedekatan akses transportasi dan kecepatan layanan juga menjadi faktor penting. Atambua sebagai kota perbatasan kerap menerima tamu dengan kebutuhan mobilitas tinggi, baik wisatawan, pelaku usaha, maupun tamu pemerintahan lintas wilayah.

Pemerintah daerah berharap, melalui peningkatan standar akomodasi, Atambua dapat meninggalkan kesan positif bagi setiap pengunjung.

“Kesan yang baik akan mendorong kunjungan ulang. Ketika tamu merasa nyaman dan dihargai, mereka akan kembali dan membawa lebih banyak orang,” tambah Januaria.

Ke depan, jumlah hotel dan homestay di Kabupaten Belu diproyeksikan terus bertambah seiring pertumbuhan kota dan aktivitas lintas batas negara. Saat ini, seluruh hotel di Belu masih berada pada kategori melati, namun diarahkan secara bertahap untuk memenuhi kriteria hotel berbintang, mulai dari bintang satu hingga bintang lima, sesuai regulasi dan standar penilaian pemerintah.

Transformasi ini diharapkan menjadikan Atambua tidak hanya sebagai kota perlintasan, tetapi juga destinasi yang nyaman, ramah, dan berdaya saing dalam peta pariwisata nasional.

 

banner 325x300
Penulis: L24Editor: Agustinus Bobe

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *