banner 728x250

Polisi Pamong Praja Belu dan Malaka: Pelajaran dari Sang Saudara Sulung

 

Sebuah kunjungan silaturahmi antarsatuan Polisi Pamong Praja di perbatasan berubah menjadi ruang sekolah yang syahdu. Di dalamnya, yang senior berbagi kearifan, yang junior menimba kerendahan hati.

ATAMBUA |BELUPOS.Com)– Sebuah rombongan dari Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur, menyambangi “saudara sulung”-nya di Kabupaten Belu, perbatasan RI – Timor Leste, Selasa (25/11/2025).

Di balik agenda formal tentang pencegahan kebakaran, pertemuan ini adalah pertemuan dua ihwal yang saling melengkapi: pengalaman dan kerendahan hati.

Rombongan Satpol PP Malaka yang dipimpin Kasat Hendrina Loppo datang dengan niat belajar. Mereka sadar, meski secara usia pemerintahan disebut “kakak,” tapi di hadapan Pol PP Belu—sebuah satuan tipe A plus dengan lima bidang—mereka adalah murid.

“Kami datang ke Belu tidak hanya kepada Saudara Sulung,” ujar Hendrina Loppo, menyiratkan kerendahan hatinya, “tapi Pol PP Kabupaten Belu adalah salah satu Pol PP yang boleh dikatakan sangat lengkap, baik sarana prasarananya maupun SDM personilnya.”

Kedatangan mereka ibarat “memenuhi gelas yang belum penuh,” sebuah pengakuan tulus bahwa masih banyak hal yang harus dipelajari. Niat tulus ini semestinya disambut langsung oleh Bupati atau Wakil Bupati Belu, namun “satu dan lain hal” membuat pertemuan itu urung terjadi.

Di sisi lain, tuan rumah menyambut dengan hangat dan penghargaan yang dalam. Melalui sambutan Ferdinandus Bone Lau, S.IP, Kasat Pol PP Belu, ia tak hanya menyampaikan terima kasih, tetapi juga sebuah filosofi pelayanan yang menjadi inti dari tugas mereka.

“Karena mereka yang kita layani adalah masyarakat kita, saudara kita, keluarga kita, dan sahabat kita,” katanya, merangkum esensi dari tugas Pol PP yang seringkali diwarnai pendekatan penertiban. Filosofi inilah yang mendasari komitmen Belu untuk “terus mendoakan dan mensuport” adiknya di Malaka agar dapat memberikan pelayanan terbaik yang profesional, “dengan mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis.”

Pertukaran ini tidak berhenti pada kata-kata. Komitmen untuk belajar diwujudkan dengan menitipkan beberapa anggota Pol PP Malaka untuk menjalani semacam “diklat terbatas” di Belu, membekali mereka dengan pemahaman untuk bertindak nanti di lapangan. Sementara itu, rombongan lain diajak mengunjungi Markas Besar Pemadam Kebakaran (Mabes Damkar) Belu, menyaksikan langsung sarana-prasarana yang menjadi bahan pembelajaran.

Pertemuan yang hanya berlangsung sehari itu ditutup dengan foto bersama di depan kantor. Sebuah potret singkat tentang kolaborasi, di mana silaturahmi bukan sekadar seremonial, melainkan jembatan bagi yang muda untuk belajar, dan bagi yang berpengalaman untuk menularkan kearifannya. Sebuah gelas di Belu yang terisi penuh, bersedia menuang isinya untuk mengisi gelas di Malaka yang masih haus akan ilmu.

 

banner 325x300
Penulis: L24Editor: Agustinus Bobe

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *