banner 728x250

Senin Besok, Buruh Flobamora Bergerak: 23 Tuntutan Keadilan Sosial Menggema di Kupang

KUPANG | BELUPOS.Com
Langkah kaki para buruh, mahasiswa, dan masyarakat menggema di jalanan Kota Kupang,  Senin (8/9/2025) besok .

Di bawah terik matahari, mereka akan datang bukan sekadar berorasi, melainkan menyerahkan suara nurani. Dengan mengusung tema “Menuntut Keadilan Sosial dan Kesejahteraan Buruh”, Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) Wilayah NTT menyampaikan 23 poin tuntutan yang ditujukan kepada negara dan elit politik.

Kami menolak segala bentuk ketidakadilan terhadap buruh. Negara harus hadir untuk melindungi rakyat, bukan melayani kepentingan segelintir elite. Kesejahteraan buruh adalah fondasi kesejahteraan bangsa,” tegas Ketua KSBSI NTT, Daud Mboeik, dengan suara yang menggema di tengah barisan massa.

Jurang Nurani di Tengah Kebijakan

Dalam pernyataan sikap, KSBSI NTT menyoroti kebijakan pemerintah yang dianggap semakin menjauh dari rasa keadilan. Salah satu sorotan tajam tertuju pada Pergub NTT No. 22 Tahun 2025, yang menaikkan tunjangan perumahan dan transportasi bagi pimpinan serta anggota DPRD hingga miliaran rupiah.

“Di saat rakyat masih berjuang memenuhi kebutuhan dasar, elit justru berlimpah fasilitas. Itu adalah pengkhianatan terhadap nilai kemanusiaan dan keadilan sosial sebagaimana amanat Pancasila dan UUD 1945,” demikian bunyi sikap resmi KSBSI NTT.

23 Poin Tuntutan Buruh

Tuntutan yang disampaikan KSBSI NTT meliputi berbagai aspek, mulai dari penghapusan sistem outsourcing, penegakan aturan ketenagakerjaan, penghentian kriminalisasi buruh, hingga dorongan pengesahan RUU Perampasan Aset. Selain itu, buruh juga menuntut:

  • Cabut Pergub NTT No. 22/2025, karena dianggap tidak berkeadilan.
  • Tolak upah murah, negara wajib menjamin standar hidup layak.
  • Hentikan union busting, termasuk kasus di PT. NCL.
  • Selesaikan kriminalisasi buruh yang terjadi di Polsek Alak, Maulafa, hingga Polda NTT.
  • Perluasan lapangan kerja dan pendirian BLK komunitas buruh.
  • Beasiswa untuk anak buruh agar generasi mereka tidak terjebak lingkaran kemiskinan.
  • Keterlibatan KSBSI di Dewan Pengupahan dan Tripartit, tanpa diskriminasi.

Seluruhnya, ada 23 poin tuntutan yang dibacakan secara resmi sebagai suara kolektif buruh Flobamora.

Seruan Moral

Bagi KSBSI NTT, aksi damai ini bukan sekadar unjuk rasa. Ini adalah panggilan moral untuk mengingatkan negara bahwa buruh bukan sekadar tenaga kerja, melainkan manusia yang layak dihormati hak dan martabatnya.

“Buruh bukan sekadar mesin produksi. Buruh adalah nyawa bangsa. Jika kesejahteraan buruh diabaikan, maka masa depan bangsa pun terancam rapuh,” kata Daud Mboeik menutup orasi.

Aksi damai ini berakhir tertib. Namun gema seruan buruh Flobamora hari itu menyisakan pesan yang tajam: keadilan sosial adalah janji konstitusi, dan janji itu harus ditepati.

✍️ Kontak Media
Daud Mboeik – Ketua KSBSI NTT
📱 WA: +62 852-3900-0327


🌍 ENGLISH VERSION

Flobamora Workers Rise: 23 Demands for Social Justice Echo in Kupang

KUPANG | BELUPOS.Com
The footsteps of workers, students, and ordinary citizens resounded through the streets of Kupang on Monday (8/9/2025). Under the burning sun, they came not merely to shout slogans, but to deliver the voice of conscience. With the theme “Demanding Social Justice and Workers’ Welfare”, the Indonesian Prosperous Workers Confederation (KSBSI) NTT presented 23 demands addressed to the state and the political elite.

We reject all forms of injustice against workers. The state must be present to protect its people, not to serve the interests of a handful of elites. Workers’ welfare is the foundation of national welfare,” declared KSBSI NTT Chairman, Daud Mboeik, his voice resonating among the mass.

A Moral Gap in Policy

In its official stance, KSBSI NTT criticized government policies as increasingly distant from justice. A sharp focus was directed at NTT Governor Regulation No. 22/2025, which increased housing and transportation allowances for provincial parliament members by billions of rupiah.

“When people still struggle for basic needs, the elites enjoy abundant facilities. This is a betrayal of humanity and social justice as mandated by Pancasila and the 1945 Constitution,” the KSBSI NTT statement said.

The 23 Workers’ Demands

The demands ranged from abolishing outsourcing, enforcing labor rights, ending the criminalization of workers, to urging the ratification of the Asset Confiscation Bill. Among them:

  • Repeal NTT Governor Regulation No. 22/2025, deemed unjust.
  • Reject low wages, the state must guarantee decent living standards.
  • Stop union busting, including the PT. NCL case.
  • End the criminalization of workers in cases at Alak Police, Maulafa Police, and the NTT Regional Police.
  • Expand job opportunities and build community training centers (BLK).
  • Scholarships for workers’ children to prevent generational poverty.
  • Ensure KSBSI’s involvement in Wage and Tripartite Councils, free of discrimination.

Altogether, 23 demands were officially voiced as the collective outcry of Flobamora’s workers.

A Moral Call

For KSBSI NTT, this peaceful action was not merely a protest. It was a moral call reminding the nation that workers are not just labor power but human beings whose rights and dignity must be respected.

“Workers are not mere machines of production. Workers are the soul of the nation. If their welfare is neglected, the nation’s future will crumble,” Daud Mboeik concluded.

The rally ended peacefully. Yet the echoes of that day left a sharp reminder: social justice is a constitutional promise—and promises must be kept.

✍️ Media Contact
Daud Mboeik – KSBSI NTT Chairman
📱 WA: +62 852-3900-0327


🇹🇱 VERSI TETUN (TIMOR-LESTE)

Buruh Flobamora Hakarak Justisa: 23 Reivindikasaun Halakon iha Kupang

KUPANG | BELUPOS.Com
Inan-aman buruh, estudante no komunidade halo passu ida ne’ebé hakilar iha Kupang loron Segunda (8/9/2025). Iha loromatan manas, sira la’o la’ós de’it atu hakilar, maibé atu hatudu lian konsiénsia. Ho tema “Hakarak Justisa Sosial no Kesejahteraan Buruh”, KSBSI NTT hatudu 23 pontu reivindikasaun ba estadu no elite politika.

Ami la simu injustisa ba buruh. Estadu tenke hela presente atu proteje povu, la’ós atu servisu interessu elite ki’ik. Kesejahteraan buruh mak fundasaun kesejahteraan nasaun,” hateten Daud Mboeik, Prezidente KSBSI NTT.

Jurang Konsiénsia iha Politika

Iha deklarasaun, KSBSI NTT kritika politika governu ne’ebé seidauk hanesan justu. Espezialmente, sira kritika Pergub NTT No. 22/2025, ne’ebé aumenta subsídios uma no transportasaun ba membrus DPRD to’o bilioes rupiah.

“Bainhira povu seidauk bele hetan han, elite hela ho luxu. Ida ne’e traizuan ba humanidade no justisa sosial hanesan manda husi Pancasila no Konstituisaun 1945,” deklarasaun ne’e dehan.

23 Pontu Reivindikasaun

Entre pontu-pontu sira:

  • Hamos Pergub NTT No. 22/2025 ne’ebé la justu.
  • Rejeita salariu ki’ik, estadu tenke garante moris dignu.
  • Para union busting, inklui kazu iha PT. NCL.
  • Remata kriminalizasaun buruh iha kazu Alak, Maulafa, to’o Polda NTT.
  • Aumenta oportunidade servisu no harii BLK komunitáriu.
  • Bolsu estudante ba oan buruh atu halo evitasaun pobreza gerasaun foun.
  • KSBSI tenke parte iha Conselho Saláriu no Tripartitu, la’ós diskriminadu.

Hotu-hotu, 23 reivindikasaun sai lian kolektivu buruh Flobamora.

Seruan Moral

Ba KSBSI NTT, manifestasaun ida ne’e la’ós de’it protesta. Maibé ida ne’e chamada moral atu hatudu katak buruh la’ós de’it forsa traballu, maibé ema ho dignidade.

“Buruh la’ós makina produzaun. Sira mak anin nasaun. Bainhira kesejahteraan buruh la’o lakon, entaun futuru nasaun mos hatuur,” hateten Daud Mboeik.

Manifestasaun remata ho dame. Maibé lian buruh Flobamora loron ne’e fo lembransa: justisa sosial mak promesa konstituisaun—no promesa tenke hatuur.

✍️ Kontaktu Midia
Daud Mboeik – Prezidente KSBSI NTT
📱 WA: +62 852-3900-0327


🇲🇾 VERSI MELAYU MALAYSIA

Buruh Flobamora Bangkit: 23 Tuntutan Keadilan Sosial Bergema di Kupang

KUPANG | BELUPOS.Com
Langkah para buruh, mahasiswa, dan rakyat biasa bergema di jalanan Kupang pada Isnin (8/9/2025). Di bawah terik mentari, mereka hadir bukan sekadar berteriak, tetapi membawa suara hati nurani. Dengan tema “Menuntut Keadilan Sosial dan Kesejahteraan Buruh”, KSBSI NTT mengemukakan 23 tuntutan kepada negara dan elit politik.

Kami menolak segala bentuk ketidakadilan terhadap buruh. Negara mesti hadir untuk melindungi rakyat, bukan sekadar melayani kepentingan elit tertentu. Kesejahteraan buruh adalah asas kesejahteraan bangsa,” ujar Pengerusi KSBSI NTT, Daud Mboeik.

Jurang Nurani dalam Dasar

Dalam kenyataan rasmi, KSBSI NTT menegaskan bahawa dasar kerajaan semakin jauh daripada rasa keadilan. Antara yang paling mendapat perhatian ialah Peraturan Gabenor NTT No. 22/2025 yang menaikkan elaun rumah dan pengangkutan bagi anggota DPRD hingga mencecah bilion rupiah.

“Ketika rakyat masih bergelut untuk memenuhi keperluan asas, elit menikmati kemewahan. Ini adalah pengkhianatan terhadap nilai kemanusiaan dan keadilan sosial seperti yang diamanahkan oleh Pancasila dan Perlembagaan 1945,” tegas kenyataan itu.

23 Tuntutan Buruh

Antara tuntutan yang dikemukakan:

  • Batalkan Pergub NTT No. 22/2025 yang dianggap tidak adil.
  • Tolak gaji murah, negara wajib menjamin taraf hidup yang bermaruah.
  • Hentikan union busting, termasuk kes PT. NCL.
  • Akhiri kriminalisasi buruh di Alak, Maulafa, hingga Polda NTT.
  • Luaskan peluang pekerjaan dan tubuh BLK komuniti buruh.
  • Biasiswa untuk anak buruh agar tidak terjerat kemiskinan generasi.
  • Libatkan KSBSI dalam Majlis Gaji dan Tripartit, tanpa diskriminasi.

Kesemuanya, 23 tuntutan dilontarkan sebagai suara kolektif buruh Flobamora.

Seruan Nurani

Bagi KSBSI NTT, himpunan aman ini bukan sekadar protes. Ia adalah seruan nurani, mengingatkan negara bahawa buruh bukan sekadar tenaga kerja, tetapi manusia yang wajar dihormati hak dan maruahnya.

“Buruh bukan mesin produksi semata. Buruh adalah jiwa bangsa. Jika kesejahteraan buruh diabaikan, maka masa depan bangsa akan runtuh,” kata Daud Mboeik mengakhiri ucapannya.

Himpunan berakhir dengan aman. Namun gema suara buruh Flobamora hari itu meninggalkan pesan tegas: keadilan sosial ialah janji perlembagaan—dan janji itu mesti ditunaikan.

✍️ Kontak Media
Daud Mboeik – Pengerusi KSBSI NTT
📱 WA: +62 852-3900-0327

 

banner 325x300
Penulis: L24Editor: Agustinus Bobe

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *