BUOL |BELUPOS.Com — Di tengah sukacita perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-97 Jemaat Filadelfia Leok, Sabtu (18/7/2026), denyut kemanusiaan terasa lebih kuat daripada sekadar kemeriahan seremonial. Di area konsistori gereja, lengan-lengan terulur dengan tulus, sementara tetes demi tetes darah mengalir sebagai bahasa kasih yang paling sederhana, namun memiliki arti paling dalam: menyelamatkan kehidupan.
Perayaan yang biasanya identik dengan ungkapan syukur dan kebersamaan kali ini menjelma menjadi ruang pengabdian. Jemaat bersama masyarakat memilih merayakan usia pelayanan gereja dengan menghadirkan harapan baru bagi mereka yang kelak membutuhkan transfusi darah.
Aksi donor darah tersebut terlaksana berkat dukungan penuh tenaga medis dari UPT Rumah Sakit Umum Daerah Mokoyurli. Berdasarkan surat tugas resmi dari Dinas Kesehatan Kabupaten Buol, tim yang terdiri atas dokter spesialis dan tenaga teknis transfusi darah diterjunkan untuk memastikan seluruh proses berlangsung aman, tertib, dan sesuai standar pelayanan kesehatan.
Kolaborasi antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan masyarakat itu memperlihatkan bahwa kepedulian sosial hanya dapat tumbuh kuat ketika berbagai unsur saling bergandengan tangan demi kepentingan bersama.
Ketua Panitia HUT Jemaat Filadelfia Leok ke-97, Arfandi A. Wehantow, menegaskan bahwa kegiatan donor darah merupakan bagian dari makna perayaan yang ingin diwujudkan dalam tindakan nyata.
“Donor darah ini adalah wujud kepedulian jemaat terhadap sesama. Kami berharap kegiatan ini dapat membantu ketersediaan stok darah di daerah, sehingga semakin banyak nyawa yang bisa ditolong melalui aksi sederhana namun penuh makna ini,” ujar Arfandi.
Dari kegiatan tersebut berhasil terkumpul 11 kantong darah. Jumlah itu mungkin tampak sederhana dalam hitungan angka, tetapi setiap kantong darah menyimpan peluang untuk memperpanjang harapan hidup pasien yang membutuhkan transfusi di fasilitas kesehatan Kabupaten Buol.
Rangkaian kegiatan diawali dengan doa yang dipimpin Pdt. Jusman Tago’a, M.Th, selaku Ketua BPHMJ. Doa itu menjadi ungkapan syukur atas perjalanan pelayanan jemaat selama hampir satu abad, sekaligus permohonan agar setiap rangkaian kegiatan membawa manfaat dan berkat bagi banyak orang.
Sepanjang pelaksanaan kegiatan, suasana berlangsung tertib, hangat, dan penuh semangat kebersamaan. Jemaat maupun masyarakat umum tampak antusias mengikuti setiap tahapan donor darah dengan pendampingan tenaga medis profesional, menghadirkan pemandangan yang memperlihatkan bahwa kepedulian lahir dari kesediaan untuk berbagi, bukan dari besarnya kemampuan yang dimiliki.
Secara kontekstual, kegiatan ini menunjukkan bahwa rumah ibadah tidak hanya berfungsi sebagai pusat pembinaan spiritual, tetapi juga mampu menjadi ruang penggerak solidaritas sosial. Di tengah kebutuhan darah yang kerap menjadi tantangan bagi layanan kesehatan di berbagai daerah, keterlibatan komunitas keagamaan dalam aksi kemanusiaan menjadi contoh konkret bagaimana nilai-nilai iman dapat diterjemahkan menjadi tindakan yang memberikan dampak langsung bagi kehidupan masyarakat.
Momentum HUT ke-97 Jemaat Filadelfia Leok akhirnya meninggalkan pesan yang melampaui usia sebuah perayaan. Sebab, ketika rasa syukur diwujudkan melalui kepedulian kepada sesama, setiap tetes darah bukan sekadar cairan kehidupan, melainkan jejak cinta kemanusiaan yang akan terus mengalir, menghadirkan harapan bagi mereka yang sedang berjuang mempertahankan hidup.















