KUPANG |LINTASTIMOR.ID— Di halaman , Kampus , suasana siang itu terasa lebih hangat dari biasanya. Tak hanya karena gema Iduladha yang mulai menyelimuti Kota Kupang, tetapi juga karena seekor sapi kurban raksasa bernama “Siloam” berdiri tenang—menjadi simbol kepedulian negara kepada rakyat di ujung selatan Indonesia.
Rabu (27/5/2026), Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, menyerahkan secara simbolis bantuan sapi kurban dari Presiden Republik Indonesia, , kepada masyarakat NTT dalam momentum Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah.
Sapi berbobot fantastis itu bukan sekadar hewan kurban. Ia menjadi lambang pengorbanan, solidaritas, dan semangat gotong royong yang ingin dihidupkan kembali di tengah masyarakat Nusa Tenggara Timur.
“Siloam”, sapi berusia lima tahun dengan estimasi berat mencapai 1.105 kilogram, dipastikan telah memenuhi syarat kesehatan sebagai hewan kurban setelah melalui serangkaian pemeriksaan dokter hewan, mulai dari pemeriksaan fisik hingga pemeriksaan darah, dan dinyatakan bebas dari penyakit.
Gubernur Melki Laka Lena menegaskan, bantuan Presiden RI tersebut merupakan bentuk perhatian nyata pemerintah pusat terhadap masyarakat NTT, sekaligus pesan moral tentang pentingnya semangat berkorban dalam membangun bangsa.
╔════════════════════════════════╗
❝ “Sapi bantuan Presiden ini merupakan sapi pilihan terbaik di daerah, dengan bobot minimal 900 kilogram,” ujar Gubernur Emanuel Melkiades Laka Lena.
╚════════════════════════════════╝
Menurut Gubernur Melki, Iduladha tidak hanya dimaknai sebagai ritual keagamaan semata, melainkan refleksi tentang keikhlasan dan pengorbanan sebagaimana dicontohkan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS.
╔════════════════════════════════╗
❝ “Kalau mau NTT maju, Kota Kupang maju, Muhammadiyah maju, harus punya semangat solidaritas, rela berkorban dan menjaga kekeluargaan yang kita dahulukan dalam spirit bersama-sama,” tegasnya.
╚════════════════════════════════╝
Di hadapan civitas akademika UMK, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta masyarakat sekitar yang hadir, Gubernur Melki juga menyoroti tingginya nilai toleransi yang tumbuh di lingkungan Universitas Muhammadiyah Kupang sebagai wajah asli kehidupan masyarakat NTT.
╔════════════════════════════════╗
❝ “Toleransi tinggi di kampus ini. Terdapat 80 persen mahasiswa yang berkuliah di sini adalah umat Kristiani. Ini menunjukkan semangat persaudaraan yang hidup di NTT,” katanya.
╚════════════════════════════════╝
Sementara itu, Wakil Rektor III UMK, Syamsul Bahri, menyampaikan rasa bangga dan penghormatan atas kepercayaan yang diberikan pemerintah pusat kepada kampus Muhammadiyah Kupang sebagai lokasi penyerahan bantuan kurban Presiden RI.
Ia menilai, bantuan tersebut bukan hanya menghadirkan kebahagiaan bagi umat Muslim, tetapi juga memperkuat semangat persaudaraan lintas iman yang telah lama hidup di bumi Flobamora.
Tahun ini, bantuan Presiden RI untuk Provinsi NTT berjumlah 28 ekor sapi kurban yang didistribusikan ke seluruh kabupaten dan kota di Nusa Tenggara Timur. Seluruh sapi yang diberikan merupakan sapi pilihan terbaik dengan standar bobot minimal 900 kilogram.
Momentum penyerahan sapi kurban ini menjadi lebih dari sekadar seremoni tahunan. Ia menjelma menjadi pesan sosial bahwa pembangunan daerah tidak hanya dibangun melalui infrastruktur dan angka pertumbuhan ekonomi, tetapi juga melalui ketulusan berbagi, semangat pengorbanan, dan kemampuan menjaga persaudaraan di tengah keberagaman.
Di bawah langit Kupang yang teduh menjelang Iduladha, “Siloam” berdiri diam, namun membawa pesan yang lantang: bahwa bangsa yang besar selalu dimulai dari hati yang rela berbagi untuk sesama.















