JAKARTA |BELUPOS.Com) – Di tengah memanasnya gelombang unjuk rasa, Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo menegaskan satu hal yang tak bisa ditawar: negara tidak boleh kalah dengan perusuh. Markas Komando Korps Brimob, kata dia, adalah benteng kedaulatan yang haram hukumnya disentuh, apalagi diserang.
“Haram hukumnya yang namanya Mako diserang, haram hukumnya,” tegas Listyo Sigit, nadanya mantap dan berwibawa.
Ia menginstruksikan aparat agar bertindak tanpa ragu. Bila massa nekat menerobos hingga ke asrama, langkah tegas wajib diambil.
“Kalau kemudian mereka masuk ke asrama, tembak. Rekan-rekan punya peluru karet, tembak,” ujarnya, sambil menegaskan bahwa hukum harus berdiri tegak.
Kapolri juga menegaskan dirinya siap menanggung penuh risiko atas sikap tegas aparat di lapangan.
“Tidak usah ragu-ragu. Jika ada yang menyalahkan, Kapolri Listyo Sigit siap dicopot,” tandasnya.
Mabes Polri menambahkan, Mako Brimob dan Mako Polri bukan sekadar gedung. Itu simbol negara yang tak boleh roboh. Aparat diperintahkan bertindak tegas, terukur, dan menjaga kedamaian demi persatuan bangsa.
Firman Tuhan pun menjadi pengingat dan penyejuk:
“Janganlah kamu kalah terhadap kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan” (Roma 12:21).
“Sebab Allah telah memberi kita roh bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban.” (2 Timotius 1:7).
Ayat itu menjadi napas rohani: bahwa ketegasan adalah jalan menjaga terang, agar bangsa ini tetap berdiri di atas persatuan dan damai sejahtera.















