BETUN, (BELUPOS.Com) — Kadang warga tidak hanya membutuhkan patroli atau penegakan hukum. Mereka butuh telinga yang mau mendengar. Itulah yang tampak dalam kegiatan “Jumat Curhat” yang digelar Polsek Weliman pada Jumat (14/11/2025), sebuah ruang perjumpaan sederhana yang disambut hangat oleh warga.
Kapolres Malaka AKBP Riki Ganjar Gumilar, S.I.K., M.M., melalui Kapolsek Weliman IPDA Albertus Fridus Bere, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud kehadiran Polri yang lebih dekat dan manusiawi. Program yang digagas Mabes Polri ini, kata dia, bukan sekadar agenda rutin, melainkan jembatan untuk menyerap aspirasi masyarakat.
“Program ‘Jumat Curhat’ hadir agar Polri tidak hanya terlihat, tetapi terdengar—menjadi mitra bagi masyarakat,” ujar IPDA Albertus Fridus Bere.
Ia menambahkan pentingnya kolaborasi antara Polsek, Pemerintah Desa, dan masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang aman. Menurutnya, keamanan adalah hasil kerja bersama, bukan kerja satu institusi.
“Koordinasi dan soliditas harus dijaga. Keamanan tercipta ketika masyarakat ikut berpartisipasi menjaga lingkungannya,” tambahnya.
Di antara warga yang hadir, Maria—sapaan akrab seorang warga Weliman—mengaku kegiatan ini membuatnya merasa dihargai. Ia menyebut, Jumat Curhat memberikan kesempatan bagi warga untuk berbicara langsung tanpa jarak dan tanpa rasa sungkan.
Dalam suasana penuh keakraban itu, Brigpol Redem Nahak tampak memberikan imbauan kepada warga. Tidak ada jarak antara seragam dan masyarakat. Hanya percakapan hangat yang tumbuh dari niat baik.
Kegiatan yang sederhana ini justru menghadirkan kedalaman: polisi mendengar, warga berbicara, dan Weliman menemukan ruang kecil bagi harapan yang tumbuh pelan-pelan.
“Jumat Curhat” bukan sekadar dialog. Ia adalah cermin saling percaya yang terus dibangun—sedikit demi sedikit—di antara polisi dan masyarakat.















