RINHAT |BELUPOS.Com– Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2 Mei 2026 menjadi refleksi mendalam bagi para pendidik di wilayah terpencil dan perbatasan, termasuk di Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur.
Salah satu suara dari tapal batas datang dari Agustinus Manek, S.Ag, guru di SMP Negeri Satu Atap (Satap) Nunfutu, Kecamatan Rinhat. Ia menilai Hardiknas bukan sekadar peringatan tahunan, tetapi momentum untuk meneguhkan kembali cita-cita besar menuju Indonesia Emas 2045.
Kepada media ini, Jumat (1/5/2026), Agustinus menyampaikan bahwa menjadi guru di daerah perbatasan memiliki makna tersendiri, terutama dalam membangun masa depan generasi bangsa di wilayah terpencil.
╔════════════════════════════════════════════╗
“Jika dahulu kepahlawanan dimaknai dengan mengangkat senjata melawan penjajah, maka hari ini pahlawan pendidikan adalah mereka yang tekun mencerdaskan anak-anak bangsa, khususnya di daerah terpencil,”
╚════════════════════════════════════════════╝
Ia mengaku bangga bisa menjadi bagian dari para “pahlawan pendidikan” yang setiap hari berjuang meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak di perbatasan.
SMPN Satap Nunfutu sendiri berada di wilayah strategis yang dikenal sebagai “segitiga emas” antara Kabupaten Malaka, Timor Tengah Utara (TTU), dan Timor Tengah Selatan (TTS). Meski berada di kawasan terpencil, semangat para guru di sana tidak pernah surut.
“Di sinilah para pahlawan itu ada. Mereka yang terus berperan meningkatkan pendidikan dan kecerdasan anak-anak di perbatasan,” ujarnya.
Agustinus juga menekankan bahwa seorang guru tidak hanya berperan di dalam kelas, tetapi juga harus mampu mengembangkan diri dan menginspirasi di ruang publik.
Selain sebagai guru agama Katolik, ia juga dikenal sebagai Master of Ceremony (MC) dengan nama panggung “Naruto NTT”, yang telah tampil dari tingkat daerah hingga nasional, bahkan internasional di Timor Leste.
╔════════════════════════════════════════════╗
“Guru harus punya sayap untuk menginspirasi. Bukan hanya di kelas, tetapi juga di ruang publik, agar dunia tahu bahwa guru memiliki nilai, martabat, dan layak dihargai sepenuh hati,”
╚════════════════════════════════════════════╝
Menurutnya, kehadiran guru yang aktif dan inspiratif akan memberikan motivasi tambahan bagi anak-anak di perbatasan untuk berani bermimpi dan meraih masa depan yang lebih baik.
Hardiknas 2026 pun menjadi pengingat bahwa perjuangan mencerdaskan kehidupan bangsa tidak hanya terjadi di kota-kota besar, tetapi juga di sudut-sudut negeri yang jauh dari pusat perhatian, namun kaya akan semangat dan dedikasi. (L.24)















