ATAMBUA |BELUPOS.Com—
Di sebuah ruang kerja yang tenang di jantung birokrasi Kabupaten Belu, tongkat estafet itu berpindah tangan. Tanpa sorak, tanpa gegap gempita. Namun maknanya dalam: tentang pengabdian yang ditutup dengan hormat, dan tanggung jawab baru yang dimulai dengan harapan.
Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Belu, Elly CH. Rambitan, SH, pada Selasa, 2 Februari 2026, memimpin serah terima jabatan Camat Raimanuk. Momen ini menandai peralihan tugas dari pejabat lama kepada pejabat baru, berdasarkan Surat Perintah Bupati Belu.
Pengabdian yang Panjang, Penghormatan yang Tulus
Dalam arahannya, Penjabat Sekda menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Maria Imelda Haki, S.Pt, yang menutup masa baktinya setelah 29 tahun 4 bulan mengabdi di berbagai penugasan pemerintahan.
“Segala pengabdian Ibu selama ini adalah anugerah Tuhan. Semoga Ibu tetap sehat dan terus berkontribusi untuk masyarakat, walau telah memasuki masa purna tugas,”
— Elly CH. Rambitan, SH, Penjabat Sekda Kabupaten Belu.
Kata-kata itu menggema sebagai pengakuan atas perjalanan panjang seorang aparatur negara—tentang waktu yang dihabiskan, keputusan yang diambil, dan pelayanan yang diberikan jauh dari sorotan.
Tanggung Jawab Baru di Tengah Tantangan
Kepada Martinus Mau Mantus, S.STP, sebagai Camat Raimanuk yang baru, Penjabat Sekda menekankan pentingnya mengelola seluruh tugas dan kewenangan kecamatan secara terkoordinasi, terutama bersama sekretaris camat dan perangkat lainnya. Kecamatan, ditegaskan, adalah simpul terdepan yang menentukan denyut pemerintahan di tengah masyarakat.
Ia juga mengingatkan kesiapan pelaksanaan DPA sejak awal tahun anggaran 2026, agar program pemerintahan, pembangunan, dan kemasyarakatan berjalan tepat waktu dan tepat sasaran.
Lebih dari itu, Camat baru diminta hadir secara nyata di tengah warga, khususnya menghadapi tantangan musim hujan yang kerap berdampak pada sektor pertanian.
“Perlu pendampingan aktif kepada masyarakat, termasuk mendorong pemanfaatan lahan pertanian dengan alternatif hortikultura jika persawahan terganggu,”
— Penjabat Sekda Kabupaten Belu.
Dari Ruang Kerja ke Ruang Hidup Warga
Acara ditutup dengan penandatanganan berita acara serah terima jabatan oleh pejabat lama sebagai pihak pertama dan pejabat baru sebagai pihak kedua, disaksikan langsung oleh Penjabat Sekda Kabupaten Belu. Sesi foto bersama pun mengabadikan momen peralihan itu—sederhana, namun sarat makna.
Hadir pula para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Belu, menegaskan bahwa perubahan kepemimpinan bukan urusan individu semata, melainkan kerja kolektif sebuah pemerintahan.
Di Raimanuk, satu bab pengabdian telah ditutup dengan hormat. Bab baru pun dibuka—tentang kepemimpinan, tantangan musim, dan harapan warga yang menunggu untuk disapa dari dekat.















