banner 728x250

Saat Fajar Menyapu Hutan Nenuk: ASN Belu Turun ke Jalan, Sampah Plastik Tak Lagi Dibiarkan

ATAMBUA| BELUPOS.Com — Fajar baru saja merekah di langit Nenuk, Desa Naekasa, Kecamatan Tasbar, ketika derap langkah Aparatur Sipil Negara (ASN) mulai terdengar di dua jalur jalan utama. Di tangan mereka bukan map rapat atau berkas administrasi, melainkan karung dan pengait sampah. Jumat (20/02/2026) itu, Pemerintah Kabupaten Belu memilih cara sederhana untuk menyampaikan pesan besar: kebersihan adalah tanggung jawab bersama.

Pukul 06.00 WITA, titik-titik kumpul telah ditentukan oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan Kabupaten Belu. Tanpa seremoni panjang, aksi dimulai. Plastik-plastik yang semula tercecer di bahu jalan, tersangkut di semak, atau terbawa angin malam, satu per satu dipungut.

Gerakan ini bukan sekadar rutinitas Jumat Bersih. Ia adalah bagian dari program prioritas penanganan darurat sampah yang tengah digelorakan pemerintah daerah, selaras dengan agenda nasional Asta Cita untuk mewujudkan masyarakat sehat dan memperkuat Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

╔════════════════════════════════════╗
“Kebersihan bukan hanya soal estetika,
tetapi soal hukum, tanggung jawab,
dan masa depan generasi.
Lingkungan bersih adalah hak warga,
sekaligus kewajiban kita menjaganya.”
╚════════════════════════════════════╝

Dari Jalan Raya ke Kesadaran Kolektif

Di dua jalur Nenuk, pemandangan pagi itu berbeda. ASN berjalan berkelompok, menyisir tepi jalan, bercengkerama ringan sembari bekerja. Ada yang memungut botol air mineral, ada yang mengangkat kantong plastik hitam yang sudah lama terpapar matahari.

Sampah plastik bukan perkara sepele. Ia tak mudah terurai, mencemari tanah, menyumbat saluran air, bahkan menjadi sumber penyakit. Dalam perspektif hukum lingkungan, membuang sampah sembarangan bukan sekadar kebiasaan buruk—ia pelanggaran terhadap hak publik atas lingkungan yang sehat.

Melalui aksi ini, Pemerintah Kabupaten Belu ingin memberi contoh nyata: perubahan harus dimulai dari aparatur negara.

╔════════════════════════════════════╗
“ASN harus menjadi teladan.
Jika pemerintah bergerak lebih dulu,
masyarakat akan ikut menjaga.”
╚════════════════════════════════════╝

Lebih dari Sekadar Pungut Sampah

Jumat Bersih di Nenuk adalah simbol. Bahwa penanganan darurat sampah tidak cukup dengan regulasi, tetapi juga aksi konkret. Bahwa membangun daerah tak hanya soal infrastruktur besar, melainkan juga soal menjaga ruang hidup tetap layak.

Harapannya, gerakan ini menumbuhkan kesadaran berkelanjutan. Agar warga tak lagi membuang plastik di sembarang tempat. Agar anak-anak tumbuh di lingkungan yang bersih. Agar kualitas hidup masyarakat Belu meningkat seiring dengan budaya peduli lingkungan yang mengakar.

Di pagi yang masih muda itu, Nenuk menjadi saksi: ketika negara turun tangan memungut sampah, sesungguhnya ia sedang memungut kembali martabat lingkungan.

Dan dari dua jalur sederhana di Desa Naekasa, pesan itu menggema—
Belu ingin bersih. Belu ingin sehat. Belu ingin bertanggung jawab.

banner 325x300
Penulis: L24Editor: Agustinus Bobe

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *