banner 728x250

Piala Sepak Bola Dunia Untuk Semua 

KPID NTT Tegaskan Siaran Piala Dunia 2026 Harus Menjangkau Seluruh Rakyat Hingga Pelosok Daerah

KUPANG | BELUPOS.COM – Di saat jutaan pasang mata di seluruh dunia menanti detik-detik bergulirnya pesta sepak bola terbesar di muka bumi, ada satu harapan yang juga mengalir dari tanah Flobamora: jangan sampai ada warga yang kehilangan kesempatan menyaksikan Piala Dunia hanya karena keterbatasan akses siaran.

Semangat itulah yang mengiringi kunjungan tim Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Nusa Tenggara Timur ke kantor LPP TVRI NTT, Rabu (10/6/2026). Audiensi yang berlangsung di ruang rapat LPP TVRI NTT itu bukan sekadar pertemuan formal, melainkan upaya memastikan bahwa hak masyarakat untuk menikmati siaran Piala Dunia 2026 dapat terpenuhi secara merata.

Tim KPID NTT diterima langsung oleh Kepala Stasiun LPP TVRI NTT, Jefri, S.H, M.H, bersama jajaran manajemen.

Dalam pertemuan tersebut, Jefri menegaskan bahwa meskipun dihadapkan pada berbagai keterbatasan, pihaknya telah siap menyiarkan secara langsung seluruh rangkaian pertandingan Piala Dunia 2026 yang mulai berlangsung pada 11 Juni 2026.

Saat ini, layanan siaran digital terestrial TVRI NTT baru mampu menjangkau sekitar 47 persen wilayah Nusa Tenggara Timur. Namun demikian, berbagai langkah telah dilakukan untuk menjangkau masyarakat yang berada di wilayah blank spot, termasuk melalui kerja sama dengan layanan OTT (over the top).

Selain itu, TVRI NTT juga menyiapkan dukungan teknis bagi masyarakat yang mengalami kendala dalam mengakses siaran Piala Dunia 2026.

Sebagai Koordinator Bidang Pengawasan Isi Siaran KPID NTT, disampaikan bahwa TVRI sebagai lembaga penyiaran publik memiliki tanggung jawab konstitusional untuk melayani kepentingan masyarakat secara luas.

╔════════════════════════════════════╗ ║ “LPP TVRI sebagai lembaga ║ ║ penyiaran publik yang memegang ║ ║ mandat undang-undang harus dapat ║ ║ menjamin seluruh warga NTT ║ ║ menikmati siaran Piala Dunia ║ ║ 2026 secara mudah dan gratis.” ║ ╚════════════════════════════════════╝

KPID NTT juga mendorong TVRI untuk terus mengintensifkan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai cara mengakses layanan siaran Piala Dunia, terutama bagi warga yang berada di daerah dengan keterbatasan jangkauan siaran.

Tak hanya soal akses, KPID NTT juga berharap momentum Piala Dunia dapat menjadi ruang bagi TVRI NTT untuk menghadirkan berbagai konten lokal yang relevan, inspiratif, dan mencerminkan kekayaan budaya Nusa Tenggara Timur.

╔════════════════════════════════════╗ ║ “Kami juga mengingatkan agar ║ ║ selama perhelatan Piala Dunia ║ ║ 2026, TVRI NTT secara kreatif ║ ║ menyajikan konten-konten lokal ║ ║ NTT yang relevan dan ║ ║ menginspirasi masyarakat.” ║ ╚════════════════════════════════════╝

Selain itu, KPID NTT mengingatkan agar seluruh konten yang ditayangkan tetap berpijak pada Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS), sehingga fungsi edukasi, informasi, dan hiburan dapat berjalan secara seimbang.

Piala Dunia 2026 bukan hanya perhelatan olahraga global. Bagi daerah kepulauan seperti Nusa Tenggara Timur, momentum ini juga menjadi ujian bagi pemerataan akses informasi dan kualitas layanan penyiaran publik. Ketika masyarakat di kota dan desa dapat menikmati siaran yang sama secara bersamaan, maka penyiaran tidak sekadar menjadi media hiburan, tetapi juga menjadi jembatan yang menyatukan pengalaman kolektif warga dalam satu ruang kebangsaan.

KPID NTT mengimbau masyarakat yang mengalami kendala teknis dalam mengakses siaran Piala Dunia 2026 untuk segera menghubungi TVRI NTT. Sementara itu, apabila masyarakat menemukan tayangan televisi atau radio yang diduga melanggar aturan penyiaran, mengandung hoaks, atau meresahkan publik, laporan dapat disampaikan kepada KPID NTT melalui nomor pengaduan 081237266355.

Ketika peluit pertama Piala Dunia 2026 ditiup dan sorak-sorai menggema dari stadion-stadion dunia, harapannya suara kegembiraan itu juga sampai ke rumah-rumah sederhana di pelosok NTT. Sebab sepak bola selalu lebih dari sekadar pertandingan; ia adalah bahasa yang menyatukan, dan siaran yang merata adalah cara memastikan tidak ada rakyat yang tertinggal dalam merayakan mimpi bersama.

banner 325x300
Penulis: Redaksi BeluposEditor: Agustinus Bobe

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *