ATAMBUA | BELUPOS.COM — Setelah sempat terputus beberapa waktu lalu, ruas jalan Fatubenao–Debubot di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, perbatasan RI – Timor Leste, kini sudah dapat dilalui kembali oleh kendaraan roda dua dan roda empat.
Meski begitu, pengguna jalan diimbau untuk berhati-hati karena kondisi badan jalan masih dalam tahap pemulihan dan batas beban muatan maksimal ditetapkan hanya 5 ton.
Pantauan di lapangan, Minggu (26/10/2025) pagi menunjukkan sebagian badan jalan yang sebelumnya amblas kini sudah diperbaiki sementara agar akses masyarakat tidak kembali terputus.
Garis pembatas dan tanda peringatan masih terpasang di sisi kiri dan kanan jalan, menandakan bahwa kondisi jalur tersebut belum sepenuhnya aman untuk kendaraan berat.
Seorang warga setempat, Yohanes Mau, mengatakan bahwa jalan ini merupakan satu-satunya akses utama yang menghubungkan Fatubenao dengan wilayah Debubot dan beberapa desa di sekitarnya.
“Beberapa minggu lalu kami susah sekali lewat sini. Harus mutar jauh lewat jalan kebun. Sekarang sudah bisa lewat lagi, tapi mobil besar belum bisa,” ujarnya kepada Belu Pos.
Ia berharap pemerintah daerah segera menuntaskan perbaikan secara permanen agar aktivitas warga, termasuk pengangkutan hasil pertanian dan kebutuhan pokok, dapat kembali normal.
Kondisi jalan Fatubenao–Debubot yang sempat terputus sebelumnya disebabkan oleh longsoran tanah dan kerusakan struktur badan jalan akibat curah hujan tinggi di awal tahun. Akibatnya, arus transportasi di wilayah tersebut sempat lumpuh total selama beberapa minggu.
Pihak pemerintah melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Belu dikabarkan telah menyiapkan tahap lanjutan perbaikan jalan dan penguatan pondasi jembatan kecil di titik yang amblas.
Masyarakat sekitar menyambut baik langkah darurat yang telah dilakukan pemerintah, namun tetap berharap adanya perhatian serius agar tidak hanya menjadi perbaikan sementara.
“Jangan hanya tambal sulam. Kami mau jalan ini kuat, karena tiap musim hujan pasti rusak lagi,” kata seorang warga lainnya.
Untuk sementara waktu, kendaraan roda empat yang melintas diimbau untuk tidak membawa muatan melebihi 5 ton, guna mencegah kerusakan lebih parah sebelum tahap perbaikan permanen dimulai.
Dengan dibukanya kembali akses jalan Fatubenao–Debubot, warga di wilayah perbatasan itu kini bisa sedikit bernapas lega, meski harapan terbesar mereka tetap sama: perbaikan tuntas, bukan sementara.
BELUPOS.COM
Menyuarakan Kebenaran dari Perbatasan















