banner 728x250

Wapres Gibran turun ke Sekolah di Timika

MIMIKA |BELUPOS.Com— Pagi di tanah Papua itu terasa berbeda. Langit seolah menunduk lebih dekat, menyaksikan langkah-langkah negara yang turun langsung menyentuh denyut nadi pendidikan. Di tengah hamparan Mimika yang tenang namun sarat harapan, Panglima Kodam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Febriel Buyung Sikumbang bersama Forkopimda Papua Tengah berdiri tegak mendampingi Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, dalam kunjungan kerja yang tak sekadar seremonial—melainkan perjumpaan batin dengan masa depan, Selasa (21/4/2026).

Hari kedua lawatan itu bukan hanya tentang agenda, tetapi tentang mendengar suara yang kerap terabaikan. Di ruang-ruang kelas, di antara papan tulis dan bangku sederhana, Wapres hadir bukan sebagai simbol kekuasaan, melainkan sebagai pendengar—menyimak harapan yang tumbuh perlahan di mata para siswa Papua.

Pangdam XVII/Cenderawasih menuturkan, kunjungan ini menjadi jembatan antara pusat dan pinggiran, antara kebijakan dan kenyataan.

╔═══════════════════════════════╗
🌸 “Wapres dijadwalkan meninjau beberapa sekolah dan melihat langsung proses pembelajaran serta fasilitas pendidikan yang ada di Mimika.” 🌸
╚═══════════════════════════════╝

Salah satu titik yang disinggahi adalah SMA Negeri 4 Timika—sebuah ruang sederhana yang hari itu menjadi saksi dialog hangat antara pemimpin dan generasi penerus. Wapres menelusuri lorong sekolah, memperhatikan fasilitas, dan berbincang langsung dengan siswa—mencari jawaban dari pertanyaan yang tak selalu tertulis dalam laporan resmi.

Namun perjalanan ini tak berhenti di bangku sekolah. Wapres juga dijadwalkan mengunjungi Command Center Pemerintah Daerah Mimika—sebuah simbol modernisasi tata kelola, tempat di mana data dan pelayanan publik dirajut menjadi wajah baru birokrasi yang lebih responsif.

Di balik kunjungan ini, tersirat pesan yang lebih dalam: bahwa pembangunan Papua tak bisa lagi dilihat dari kejauhan. Ia harus disentuh, dirasakan, dan dipahami secara utuh—dari ruang kelas hingga pusat kendali pemerintahan.

Secara kontekstual, langkah ini menandai pendekatan baru pemerintah pusat yang semakin menekankan evidence-based policy, di mana keputusan tidak hanya lahir dari meja rapat, tetapi dari realitas lapangan. Papua Tengah, dengan segala tantangan dan potensinya, kini ditempatkan sebagai bagian penting dalam peta besar pembangunan nasional—bukan sekadar wilayah pinggiran, melainkan titik strategis masa depan Indonesia.

Kunjungan ini bukan akhir dari perjalanan, melainkan awal dari komitmen yang harus terus dijaga. Sebab di mata anak-anak Papua yang hari itu menatap penuh harap, negara tidak boleh sekadar datang—tetapi harus tinggal, bekerja, dan membangun.

Dan di Mimika, hari itu, sejarah kecil kembali ditulis: ketika kekuasaan memilih untuk mendengar, dan masa depan mulai menemukan suaranya.

banner 325x300
Penulis: Redaksi BeluposEditor: Agustinus Bobe

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *