banner 728x250

Sunyi yang Dikubur di Tanah Sawit: Jejak Pelarian Nikson dan Jerit Terakhir Agata

 

KALTENG | BELOPOS.COM — Ada keheningan yang tak wajar di tengah bentangan kebun kelapa sawit Kalimantan Tengah. Bukan sekadar sunyi alam, melainkan sunyi yang menyimpan luka. Di sanalah, sebuah tragedi rumah tangga berubah menjadi kisah kematian yang menggetarkan—tanpa saksi, tanpa suara, nyaris tanpa jejak.

Nikson Toto, laki-laki asal Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur, yang tercatat sebagai anggota PSHT dan bekerja di perusahaan kelapa sawit PT BJAP2, kini menjadi buronan setelah diduga menghabisi nyawa istrinya sendiri.

Korban, Agata, perempuan asal Takari, Kabupaten Kupang, ditemukan dalam kondisi tak bernyawa setelah mengalami kekerasan yang diduga dilakukan oleh suaminya. Kekerasan itu bukan hanya merenggut nyawa, tetapi juga menghapus harapan dari sebuah ikatan yang seharusnya dijaga.

╔═══════════════════════════════╗
🌸 “Setelah korban meninggal dunia, pelaku menguburkan jenazah istrinya di lubang sedalam sekitar 30 sentimeter, seolah mencoba menghapus jejak peristiwa tersebut.” 🌸
╚═══════════════════════════════╝

Peristiwa ini baru terungkap setelah satu hari satu malam berlalu. Waktu yang cukup bagi tanah untuk menutup tubuh, tetapi tidak cukup untuk menyembunyikan kebenaran. Ketika akhirnya diketahui oleh orang lain, tragedi itu pun pecah ke permukaan—mengguncang rasa kemanusiaan.

Jenazah Agata kini telah dibawa ke Polres Kotawaringin Barat untuk menjalani proses otopsi. Sementara itu, Nikson Toto melarikan diri dan hingga kini masih dalam pencarian aparat kepolisian.

Pihak berwenang mengimbau masyarakat yang mengetahui keberadaan pelaku atau memiliki informasi terkait agar segera melapor ke kantor polisi terdekat. Setiap informasi menjadi penting untuk mengungkap dan menuntaskan kasus ini.

Hingga berita ini diturunkan, motif di balik dugaan pembunuhan tersebut belum diketahui secara pasti. Baik pihak kepolisian maupun keluarga korban belum memberikan keterangan resmi.

Dalam konteks yang lebih luas, peristiwa ini kembali membuka wajah lama kekerasan dalam rumah tangga yang kerap tersembunyi di ruang paling privat. Di wilayah kerja seperti perkebunan, jarak dari pusat layanan dan lemahnya sistem pengawasan sosial sering menjadikan korban berada dalam posisi yang semakin rentan—tanpa perlindungan, tanpa akses cepat untuk meminta pertolongan.

Kini, publik menunggu satu hal yang sama: keadilan.

Karena di balik tanah yang sempat menutup tubuh Agata, ada luka yang tak bisa dikubur—dan ada kebenaran yang harus terus digali hingga menemukan terang.

banner 325x300
Penulis: Redaksi BeluposEditor: Agustinus Bobe

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *