banner 728x250

Belu Membuka Mata, Membuka Harapan: Operasi Katarak Gratis Sentuh Ribuan Warga Perbatasan

Halilulik pagi itu terasa berbeda—tenang, penuh harap—seolah seluruh Belu berkumpul untuk menyaksikan cahaya kembali direbut dari gelap.

ATAMBUA |BELUPOS.Com)- Rumah Sakit Katolik Marianum Halilulik menjadi titik temu kemanusiaan pada Jumat (12/12/2025), ketika Wakil Bupati Belu Vicente Hornai Gonsalves, ST, resmi membuka Bakti Sosial Operasi Katarak Gratis, program Kementerian Sosial RI yang menggandeng Pemerintah Provinsi NTT, Pemerintah Kabupaten Belu, RS K. Marianum Halilulik, ERHA, dan Himpunan Bersatu Teguh.

Bagi warga Belu dan wilayah sekitar, kegiatan ini lebih dari sekadar layanan kesehatan. Ia adalah penjangkauan, tangan yang terulur ke mereka yang selama ini memendam keluhan penglihatan dalam diam.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Vicente Hornai menyampaikan bahwa pemerintah hadir bukan sebatas simbol, tetapi sebagai bagian dari solusi kesehatan masyarakat.

“Ini adalah wujud kepedulian bersama. Kita hadir untuk membantu masyarakat yang ingin kembali melihat dunia dengan terang,” ujarnya, memberi ruang lega bagi para peserta yang memadati area pendaftaran.

Hadir dalam kegiatan tersebut: Direktur Lansia Kementerian Sosial, tim Himpunan Bersatu Teguh, tim ERHA, para dokter spesialis mata dan tenaga medis dari Jakarta, Tim Centra Efata Kupang, pimpinan OPD Kabupaten Belu, Camat Tasifeto Barat, Direktur RS K. Marianum Halilulik, Penjabat Kepala Desa Naitimu dan Desa Persiapan Welaka, para suster, Tim Provinsi SSPS Timor, serta ratusan warga dari Belu, Malaka, TTU, TTS hingga Alor.

Kolaborasi besar ini menghadirkan suasana yang nyaris liturgis—hening, teratur, namun penuh harapan. Dari ruang registrasi hingga ruang operasi, para tenaga medis bekerja sigap, memastikan setiap pasien menjalani pemeriksaan dengan hormat dan ketelitian.

Di sudut-sudut RS Marianum, tampak senyum kecil dari para lansia—senyum malu-malu, tetapi menyimpan harapan besar untuk kembali melihat wajah keluarga mereka dengan jelas. Ada yang datang ditemani anak, ada yang datang sendiri dengan tongkat, tetapi semuanya membawa mimpi yang sama: cahaya.

Operasi katarak gratis ini sekaligus menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Belu untuk memperkuat akses layanan kesehatan terutama bagi warga perbatasan. Bahwa negara, meski dalam bentuk sederhana, dapat hadir untuk memulihkan penglihatan dan sekaligus martabat.

Dan hari itu, di Halilulik, cahaya bukan hanya dilihat—tapi dirayakan.
Sebab untuk sebagian warga, inilah jalan pulang menuju terang.

banner 325x300
Penulis: Redaksi BeluposEditor: Agustinus Bobe

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *