banner 728x250

Pesona Karnaval di Tambolaka: Merangkai Persaudaraan dalam Warna Budaya

 

TAMBOLAKA, (BELUPOS.Com) — Kota Tambolaka seolah berdenyut lebih kencang pada Selasa, 12 Agustus 2025. Di bawah langit biru Nusa Tenggara Timur, karnaval yang digelar Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya dalam rangka memeriahkan HUT ke-80 Republik Indonesia menjelma menjadi pesta budaya yang mengikat rasa persaudaraan dan kekeluargaan.

Deretan busana daerah berwarna-warni berpadu dengan lantunan musik dan langkah-langkah penuh semangat. Atraksi demi atraksi mengalir bak untaian cerita, dari gerakan tarian tradisional hingga aksi mendebarkan yang memancing decak kagum. Salah satu yang mencuri perhatian adalah penampilan Perguruan Kungfu Wushu Cahaya Tritunggal Sakti, dengan atribut kuning cerah dan bendera abu-abu, menampilkan jurus, salto, hingga aksi ekstrem menginjak motor di atas perut — sebuah paduan kekuatan dan keterampilan yang membuat penonton terkesima.

Di tengah riuh tepuk tangan, seorang bocah bernama Mikael Umbu Lodongo berdiri memandang kagum. Matanya berbinar, seolah menyerap semangat yang memancar dari para senior wushu di hadapannya.
“Kelak saya ingin seperti mereka,” ujarnya lirih namun mantap, menyimpan tekad yang suatu hari mungkin akan membawanya melangkah di barisan para pesilat yang ia idolakan.

Karnaval ini bukan sekadar perayaan. Ia adalah ruang di mana generasi saling menginspirasi, di mana budaya tak hanya dipertunjukkan tetapi juga diwariskan, dan di mana persaudaraan tumbuh dalam warna, gerak, dan cerita yang tak lekang oleh waktu.


 

banner 325x300
Penulis: Lul/lodi24Editor: Agustinus Bobe

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *