banner 728x250

Traktor Modern Bangkitkan Harapan Petani Lewalutolus Berkelanjutan

ATAMBUA |BELUPOS.Com — Harapan itu akhirnya tiba di hamparan sawah Lewalutolus. Di tengah semangat petani yang terus menanti musim tanam, deru mesin traktor kini menjadi penanda dimulainya babak baru pertanian desa. Bagi Pemerintah Kabupaten Belu, bantuan alat pertanian bukan sekadar penyerahan aset, melainkan ikhtiar membangun kemandirian pangan sekaligus membuka jalan menuju kesejahteraan masyarakat.

Komitmen tersebut diwujudkan Bupati Belu, Willybrodus Lay, S.H., dengan menyerahkan dua unit traktor besar beserta sertifikat kepada operator kelompok tani di Desa Lewalutolus, Kecamatan Tasifeto Barat, Jumat (17/7/2026). Bantuan itu merupakan bagian dari strategi Pemerintah Kabupaten Belu mendorong mekanisasi pertanian modern yang terintegrasi dengan program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dalam kesempatan itu, Bupati Willy Lay memberikan apresiasi atas semangat kerja Penjabat Kepala Desa Lewalutolus beserta seluruh perangkat desa. Menurutnya, kepemimpinan yang bekerja dengan komitmen dan visi pembangunan akan mempercepat kemajuan desa maupun Kabupaten Belu secara keseluruhan.

“Kalau semangat seperti ini dimiliki seluruh desa di Belu, saya yakin pembangunan akan bergerak lebih cepat dan kesejahteraan masyarakat semakin meningkat,” ungkap Willy Lay.

Bupati menegaskan bahwa dua unit traktor tersebut merupakan aset bersama seluruh kelompok tani, sehingga pengelolaannya harus dilakukan secara bertanggung jawab. Ia meminta masyarakat membangun sistem perawatan berbasis iuran agar keberadaan alat pertanian itu dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.

“Masyarakat harus ikut merawat traktor ini. Harus ada iuran bagi pengguna. Dana itu dipakai untuk perbaikan, mengganti oli, membeli bahan bakar, dan honor operator. Kalau alat hanya disimpan atau ditonton tanpa dimanfaatkan, kita tidak akan pernah maju,” tegasnya.

Ia juga menargetkan dalam satu hingga dua bulan mendatang seluruh lahan tidur di Desa Lewalutolus telah selesai dibajak menggunakan traktor baru sebagai persiapan memasuki musim tanam pertama.

Tak hanya berbicara soal produksi padi, Willy Lay mengajak petani memanfaatkan peluang ekonomi yang terbuka melalui program Makan Bergizi Gratis. Menurutnya, kebutuhan dapur MBG akan menjadi pasar potensial bagi hasil pertanian lokal, mulai dari sayuran hingga buah-buahan seperti pepaya dan pisang.

“Sekarang ada program MBG. Kita jangan hanya tanam padi. Tanam juga sayur dan buah, lalu jual ke dapur MBG. Itu pasar yang pasti dan menjadi kesempatan emas bagi petani meningkatkan pendapatan,” ujarnya.

Perhatian pemerintah juga diarahkan pada sektor ekonomi kreatif. Bupati menilai motif tenun khas Lewalutolus memiliki potensi ekonomi yang besar apabila dikembangkan melalui pelatihan pewarnaan alami sehingga mampu meningkatkan kualitas sekaligus nilai jual produk.

“Kalau ibu-ibu penenun menguasai pewarnaan alam, harga kain akan meningkat dan bisa dipasarkan dalam berbagai festival. Ini akan menjadi tambahan penghasilan yang sangat berarti bagi keluarga,” katanya.

Penyerahan bantuan ditandai dengan penyerahan kunci traktor dan sertifikat kepada Kelompok Tani Sinar Lalosuk dan Kelompok Tani Langkah Bersama, serta sertifikat kepada empat operator traktor yang akan mengoperasikan alat tersebut.

Secara kontekstual, langkah Pemerintah Kabupaten Belu menunjukkan bahwa pembangunan pertanian saat ini tidak lagi bertumpu pada peningkatan produksi semata. Mekanisasi, kepastian pasar melalui program MBG, serta penguatan ekonomi kreatif menjadi satu ekosistem pembangunan yang saling menopang. Jika dikelola secara konsisten, strategi ini berpotensi memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.

Pada akhirnya, dua unit traktor yang mulai mengolah tanah Lewalutolus bukan sekadar mesin pertanian. Ia menjadi simbol harapan baru bahwa ketika teknologi, kepemimpinan, dan kerja keras petani berjalan seiring, maka setiap jengkal tanah akan mampu melahirkan kehidupan yang lebih sejahtera.

banner 325x300
Penulis: Redaksi Belupos.com Editor: Agustinus Bobe

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *