ATAMBUA |BELUPOS.Com – Di sebuah ruangan yang dipenuhi senyum pelan dan langkah-langkah hati-hati, para lanjut usia tampak mengikuti setiap gerakan terapi dengan penuh semangat. Sebagian menggenggam erat pegangan kursi, sebagian lainnya tersenyum kecil saat tubuh mereka mulai kembali digerakkan perlahan oleh tenaga fisioterapi.
Suasana hangat itu terlihat di , Kamis (21/5/2026), ketika rumah sakit tersebut menggelar kegiatan fisioterapi bagi para lansia dalam rangka menyambut Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) ke-30.
Sebanyak 10 lansia dari tiga puskesmas di Kota Atambua mengikuti kegiatan tersebut. Mereka terdiri dari tiga lansia asal Puskesmas Kota Atambua, enam lansia dari Puskesmas Atambua Barat, dan satu lansia dari Puskesmas Atambua Selatan.
Bagi sebagian peserta, kegiatan itu bukan sekadar terapi kesehatan, tetapi juga ruang kecil untuk kembali merasa diperhatikan di usia yang mulai dipenuhi keterbatasan fisik.
Direktur , , mengatakan para lansia perlu terus mendapatkan pelayanan kesehatan secara rutin agar tetap sehat, aktif, dan mandiri di usia lanjut.
╔════════════════════════════════╗
❝ “Kami berharap para lansia tidak hanya berdiam diri di rumah ketika mengalami gangguan kesehatan, tetapi segera datang untuk mendapatkan terapi dan pelayanan kesehatan secara rutin.” ❞
╚════════════════════════════════╝
Di sela kegiatan, para tenaga medis tampak mendampingi peserta dengan sabar. Gerakan demi gerakan dilakukan perlahan, menyesuaikan kondisi tubuh para lansia. Ada yang berjalan tertatih namun penuh semangat, ada pula yang terlihat lega setelah mengikuti sesi terapi.
Kegiatan fisioterapi ini menjadi bentuk perhatian nyata terhadap kualitas hidup lansia di Kabupaten Belu. Di tengah meningkatnya angka harapan hidup masyarakat, kebutuhan pelayanan kesehatan bagi kelompok usia lanjut kini menjadi semakin penting.
Secara kontekstual, fisioterapi bagi lansia bukan hanya bertujuan menjaga kebugaran fisik, tetapi juga membantu mengurangi risiko penurunan fungsi tubuh akibat penuaan. Aktivitas sederhana seperti terapi gerak rutin mampu membantu lansia tetap mandiri, mengurangi nyeri sendi, menjaga keseimbangan tubuh, hingga meningkatkan kesehatan mental karena mereka tetap merasa aktif dan dihargai dalam lingkungan sosialnya.
Melalui kegiatan tersebut, RSUD Atambua ingin mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan orang tua dan lansia di lingkungan keluarga masing-masing. Sebab di usia senja, perhatian kecil sering kali memiliki arti yang jauh lebih besar daripada yang terlihat.
Dan di antara langkah-langkah pelan para lansia siang itu, tersimpan satu pesan sederhana namun kuat: bahwa menua bukan berarti berhenti bergerak, melainkan belajar tetap kuat meski tubuh perlahan melemah dimakan waktu.















