banner 728x250

Satgaster Pos Halibete 2 Sambangi Rumah Warga dan Ajak Rawat Kamtibmas

ATAMBUA|BELUPOS.COM – Siang yang tenang di Dusun Motaain, Desa Maneikun, Kecamatan Lasiolat, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, perbatasan RI – Timor Leste, Jumat (15/5/2026), terasa lebih hangat ketika langkah-langkah anggota Satgaster Kodim 1605/Belu Pos Halibete 2 menyusuri jalan kampung menuju rumah-rumah warga di wilayah perbatasan RI–RDTL.

Tak ada suasana tegang ataupun formalitas berlebihan. Dengan senyum sederhana dan sapaan akrab, Serda Hironimus Kono bersama Bhabinkamtibmas hadir di tengah masyarakat melalui kegiatan anjangsana, sebuah pendekatan humanis yang perlahan menumbuhkan rasa aman sekaligus mempererat tali persaudaraan antara aparat dan warga perbatasan.

Di beranda rumah warga, percakapan berlangsung hangat. Mereka berbicara tentang kehidupan sehari-hari, kondisi lingkungan, hingga pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat agar kampung tetap damai dan nyaman untuk ditinggali.

Kegiatan anjangsana tersebut menjadi salah satu upaya yang dilakukan personel Satgaster Kodim 1605/Belu Pos Halibete 2 dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah perbatasan RI-RDTL, sekaligus mendekatkan diri dengan masyarakat di wilayah binaan.

πŸŒΈπŸ’•β•β•β•β•β•β•β•β•β•β•β•β•β•β•β•β•β•β•β•β•β•β•β•β•β•β•β•β•β•β•πŸ’•πŸŒΈ
❝ Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan agar warga dapat hidup tenang dan nyaman dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. ❞
β€” Serda Hironimus Kono
πŸŒΈπŸ’•β•β•β•β•β•β•β•β•β•β•β•β•β•β•β•β•β•β•β•β•β•β•β•β•β•β•β•β•β•β•πŸ’•πŸŒΈ

Bagi warga di perbatasan, kehadiran aparat yang datang bukan hanya saat ada persoalan keamanan menjadi sesuatu yang bermakna. Mereka tidak sekadar melihat seragam loreng, tetapi juga melihat perhatian, kepedulian, dan keinginan untuk mendengar kehidupan masyarakat secara langsung.

Serda Hironimus Kono mengatakan, kegiatan anjangsana itu bertujuan mempererat hubungan silaturahmi dengan warga di wilayah binaan, sekaligus mengetahui situasi dan kondisi masyarakat di Desa Maneikun.

Pendekatan seperti ini dinilai penting di kawasan perbatasan, karena keamanan tidak hanya dibangun melalui patroli dan penjagaan wilayah, tetapi juga melalui kedekatan emosional antara aparat dan masyarakat. Ketika komunikasi terjalin baik, potensi gangguan keamanan pun dapat dicegah lebih dini.

πŸŒΊπŸ’–β•β•β•β•β•β•β•β•β•β•β•β•β•β•β•β•β•β•β•β•β•β•β•β•β•β•β•β•β•β•πŸ’–πŸŒΊ
❝ Kehadiran aparat di tengah masyarakat bukan hanya menjaga batas negara, tetapi juga menjaga rasa aman dan persaudaraan di hati warga perbatasan. ❞
πŸŒΊπŸ’–β•β•β•β•β•β•β•β•β•β•β•β•β•β•β•β•β•β•β•β•β•β•β•β•β•β•β•β•β•β•πŸ’–πŸŒΊ

Saat langkah para anggota Satgaster meninggalkan Dusun Motaain sore itu, suasana kampung tetap berjalan seperti biasa. Namun di balik percakapan sederhana dari rumah ke rumah, tersimpan pesan kuat bahwa keamanan sejatinya lahir dari kedekatan, kepedulian, dan rasa saling menjaga sebagai satu keluarga di tapal batas negeri.

banner 325x300
Penulis: Redaksi BeluposEditor: Agustinus Bobe

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *