banner 728x250

TULUS di Tengah Duka: Negara Hadir Menguatkan Keluarga Miskin di TTU

TTU |BELUPOS.Com-
Kefamenanu — Duka tak lagi sepenuhnya sunyi di Kabupaten Timor Tengah Utara. Di balik tangis keluarga miskin yang kehilangan, pemerintah daerah menghadirkan sentuhan kepedulian melalui Program TULUS—sebuah intervensi sosial yang bukan sekadar bantuan, tetapi juga penegasan bahwa negara tidak abai pada warganya yang paling rentan.

Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur, melalui Dinas Sosial terus menggalakkan Program TULUS (banTuan dUka untuk keLUarga miSkin) sebagai salah satu program prioritas Bupati dan Wakil Bupati TTU.

Program ini menyasar keluarga miskin yang tengah berduka, dengan memberikan paket bantuan yang mencakup peti jenazah, bahan pembuatan liang kubur seperti semen, pasir, batako, beton, hingga tripleks, serta kebutuhan konsumsi berupa beras, air minum, kopi, teh, dan gula. Tak hanya itu, pemerintah juga menyediakan tenda dan kursi untuk mendukung prosesi duka.

Nilai total bantuan untuk setiap keluarga mencapai Rp6.400.000.

Pelaksanaan program ini melibatkan kelompok masyarakat di tingkat desa dan kelurahan yang tergabung dalam P2T (Pelaksana Program TULUS). Mereka bekerja sama dengan para penyedia di desa dan kecamatan guna memastikan distribusi bantuan berjalan cepat dan tepat sasaran di seluruh 24 kecamatan di TTU.

Hingga akhir Maret 2026, sebanyak 260 paket bantuan telah disalurkan kepada keluarga kategori miskin. Dana yang terserap dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) mencapai Rp1.664.000.000.

Kepala Dinas Sosial TTU, Yanuarius Makun, mengatakan bahwa program ini merupakan bentuk nyata kehadiran pemerintah di tengah masyarakat yang sedang mengalami kehilangan. “Program ini adalah bentuk kehadiran pemerintah di saat masyarakat menghadapi momen paling berat dalam hidupnya. Kami ingin memastikan bahwa keluarga miskin tidak sendiri ketika berduka,” ujarnya kepada media ini, Senin (4/5/2026).

Di tanah yang kerap diuji keterbatasan, TULUS menjadi lebih dari sekadar program. Ia adalah wajah empati yang diterjemahkan dalam kebijakan—membungkus duka dengan kepedulian, dan menghadirkan harapan di tengah kehilangan.

banner 325x300
Penulis: L24Editor: Agustinus Bobe

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *