Operasi 14 Hari untuk Menata Lalu Lintas dan Kepercayaan Publik
MALAKA |BELUPOS.Com)— Di bawah langit pagi yang bening di Mapolres Malaka, Senin (17/11/2025), Operasi Zebra Turangga 2025 resmi dimulai. Selama 14 hari, Polri menggelar operasi lalu lintas yang bukan sekadar rutinitas tahunan, tetapi momentum strategis untuk memperbaiki kultur berlalu lintas sekaligus memperkuat kembali kepercayaan publik.
Apel gelar pasukan dipimpin langsung Kapolres Malaka, AKBP Riki Ganjar Gumilar, S.I.K., M.M., dan menjadi gambaran sinergi lintas sektor di wilayah perbatasan RI–Timor Leste. Hadir jajaran TNI, Pemkab Malaka, Dishub, Satpol PP, UPTD Samsat, dan seluruh satuan operasional Polres Malaka. Penyematan pita operasi kepada perwakilan Polantas, TNI, Pol PP, dan Dishub menjadi tanda dimulainya kegiatan resmi.
“Operasi Zebra Turangga adalah upaya Harkamtibmas yang mengedepankan pencegahan, edukasi, dan penegakan hukum secara humanis,” ujar AKBP Riki Ganjar membacakan amanat Kapolda NTT, Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko.
Lalu Lintas, Cermin Kedewasaan Sosial
Di garis perbatasan, lalu lintas bukan hanya soal kendaraan, tetapi juga cermin kedisiplinan masyarakat dan efektivitas negara dalam menjaga ruang publik. Data IRSMS Polda NTT Semester I 2025 mencatat 803 kasus kecelakaan—angka yang meningkat 22% dari tahun sebelumnya.
Meski pelanggaran menurun, tingkat kecelakaan memperlihatkan fakta bahwa keselamatan jalan membutuhkan pendekatan yang lebih sistematis.
“Masalah lalu lintas tidak bisa ditangani Polri sendiri, perlu keterlibatan semua pemangku kepentingan,” tegas AKBP Riki.
Operasi Zebra tahun ini mengusung pola preemtif dan preventif sebagai prioritas. Penindakan dilakukan secara selektif melalui ETLE statis, ETLE mobile, dan tilang manual hanya untuk pelanggaran yang berpotensi fatal—sebuah pendekatan yang berusaha menggabungkan ketegasan dan humanitas.
Tujuan yang Lebih Besar dari Sekadar Penertiban
Polres Malaka menargetkan lima hasil utama dari operasi ini:
- Disiplin berlalu lintas meningkat.
- Pelanggaran dan kecelakaan menurun.
- Fatalitas korban kecelakaan ditekan.
- Opini publik terhadap kinerja Polri membaik.
- Terciptanya Kamseltibcarlantas yang stabil di seluruh NTT.
Lebih jauh dari angka dan grafik, operasi ini adalah kerja sosial: membangun budaya tertib, mengingatkan bahwa jalan raya adalah ruang hidup bersama, dan memastikan setiap warga mencapai rumah dengan selamat.
Integritas sebagai Pondasi
AKBP Riki menekankan pentingnya integritas anggota selama bertugas. Polri diminta menjaga profesionalitas, menghindari perilaku yang dapat mencoreng institusi, serta aktif menangkal hoaks yang dapat mempengaruhi opini publik.
“Bertindak tegas, tetapi tetap humanis. Itu kunci menjaga kepercayaan masyarakat,” pesan Kapolres.
Apel ditutup pukul 08.15 Wita, dengan barisan pasukan yang kembali ke pos masing-masing membawa mandat: menjaga keselamatan publik di setiap persimpangan, jalan antar-kampung, hingga ruas perbatasan yang panjang.
Di Malaka, Zebra Turangga bukan hanya operasi, tetapi juga refleksi: sejauh mana masyarakat dan lembaga negara bisa bersama-sama menciptakan budaya jalan raya yang lebih beradab.















