Di Aula Bupati TTU, Jabatan Berganti, Tanggung Jawab Dipertegas
TTU |BELUPOS.Com -Di Aula Lantai II Kantor Bupati Timor Tengah Utara, Kamis (5/2/2026), suasana berlangsung khidmat. Bukan sekadar seremonial, tetapi momentum penegasan arah. Di ruang itulah, tongkat estafet pelayanan publik diserahkan—dari satu tangan ke tangan lain—demi memastikan negara tetap hadir dalam denyut kehidupan masyarakat.
Bupati TTU Yosep Falentinus Delasalle Kebo memimpin langsung prosesi serah terima jabatan sejumlah pejabat strategis di lingkungan Pemerintah Kabupaten TTU. Acara ini menjadi penanda bahwa roda birokrasi tidak boleh berhenti, meski jabatan bersifat sementara.
Serah terima jabatan tersebut merupakan tindak lanjut dari sejumlah Surat Perintah Pelaksana Tugas (Plt) dan Pelaksana Harian (Plh) yang diterbitkan Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia Daerah (BKPSDMD) Kabupaten TTU, sebagai bagian dari penataan dan kesinambungan tata kelola pemerintahan.
Jabatan Boleh Sementara, Pelayanan Tak Boleh Tertunda
Dalam sambutannya, Bupati Yosep menegaskan bahwa pergantian pejabat—baik Plt maupun Plh—bukan sekadar administrasi, melainkan langkah strategis menjaga ritme pelayanan publik tetap berjalan efektif dan terkoordinasi.
“Serah terima jabatan adalah bagian dari ikhtiar memastikan pelayanan kepada masyarakat tidak terputus. Jabatan boleh berganti, tetapi tanggung jawab kepada rakyat tidak boleh berhenti,”
— Yosep Falentinus Delasalle Kebo, Bupati TTU
Pernyataan itu menggema sebagai pengingat bahwa birokrasi pada hakikatnya adalah alat pengabdian, bukan sekadar struktur kekuasaan.
Nama-Nama, Amanah, dan Harapan
Dalam prosesi tersebut, beberapa pejabat menerima amanah baru untuk mengisi posisi strategis, terutama di sektor pelayanan dasar.
Mereka adalah:
- dr. Adrianus Antonius Berkanis Abi, sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD Kefamenanu,
- Pauyulia Alfira, SST, sebagai Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten TTU,
- Agustinus Jevrin Banu, S.Fil., M.Si, sebagai Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten TTU.
Penandatanganan berita acara dan penyerahan surat keputusan secara resmi menjadi simbol peralihan tugas—namun juga peneguhan komitmen.
Kesehatan sebagai Ujian Kesungguhan Negara
Sorotan utama tertuju pada sektor kesehatan. RSUD Kefamenanu dan dinas-dinas terkait memikul harapan besar masyarakat—tentang layanan yang manusiawi, cepat, dan berpihak pada kebutuhan rakyat kecil.
“Pelayanan kesehatan adalah wajah paling nyata kehadiran pemerintah. Di situlah kepercayaan publik diuji setiap hari,”
— Yosep Falentinus Delasalle Kebo
Pesan itu menegaskan bahwa jabatan di bidang kesehatan bukan sekadar posisi struktural, melainkan medan pengabdian yang menuntut kepekaan sosial dan integritas tinggi.
Ritual Birokrasi, Makna Pengabdian
Acara tersebut turut dihadiri pimpinan OPD, ASN, serta tamu undangan dari berbagai instansi di lingkungan Pemerintah Kabupaten TTU. Namun lebih dari daftar hadir, yang tertinggal adalah pesan sunyi: pemerintahan harus terus bergerak, melayani, dan hadir—bahkan dalam masa transisi.
Di aula itu, jabatan berpindah. Tetapi di luar gedung, harapan masyarakat tetap sama: pelayanan yang lebih baik, lebih adil, dan lebih manusiawi.















