banner 728x250

Soeharto Akhirnya Dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional

Prof DR KH Sutan Nasomal: bapak pembangunan kini diakui negara

JAKARTA | BELUPOS.COM — “Alhamdulillah, Bapak Pembangunan Republik Indonesia akhirnya diakui sudah,” ujar Prof. Dr. KH. Sutan Nasomal Tambunan, S.H., M.H., pakar hukum internasional sekaligus ekonom nasional, dengan mata berbinar di sela wawancara bersama sejumlah pemimpin redaksi media nasional dan internasional di Jakarta, Senin (10/11/2025).

Ucapan penuh rasa syukur itu disampaikannya menanggapi keputusan pemerintah yang menetapkan Jenderal Besar H.M. Soeharto, Presiden ke-2 Republik Indonesia, sebagai Pahlawan Nasional bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan 10 November 2025.

“Dengan ketenangan dan kebesaran jiwanya, Pak Harto mampu mempersatukan semua suku dan adat di bawah semboyan Bhinneka Tunggal Ika. Beliau adalah lelaki yang penyabar, bijaksana, dan selalu merangkul rakyat — dari petani, nelayan, hingga pengusaha — untuk berkarya membangun Indonesia maju,” tutur Sutan Nasomal penuh hormat.

Dalam perbincangan di kantor Partai Oposisi Merdeka yang ia pimpin, Sutan mengulas panjang perjalanan sejarah Soeharto yang disebutnya sebagai “catatan emas” bangsa Indonesia. Ia menyebut masa pemerintahan Soeharto sebagai era stabilitas, kemakmuran, dan pembangunan menyeluruh.

“Program Transmigrasi, GBHN, dan Repelita bukan sekadar rencana, tapi wujud nyata visi pembangunan nasional yang membuat dunia percaya untuk berinvestasi di negeri ini,” ujarnya. “Jutaan rakyat mendapat pekerjaan, desa-desa hidup, industri tumbuh, dan teknologi berkembang pesat.”

Menurutnya, penetapan Soeharto sebagai Pahlawan Nasional adalah langkah besar dalam merawat sejarah bangsa. “Semoga perjuangan dan pengabdiannya menjadi inspirasi bagi para pelajar dan generasi muda Indonesia — bahwa kesabaran, ketekunan, dan cinta tanah air akan selalu menemukan tempatnya dalam sejarah,” imbuhnya.

Sebagai bentuk penghargaan, Sutan Nasomal menyampaikan terima kasih seluas-luasnya kepada Presiden Republik Indonesia Jenderal Haji Prabowo Subianto serta seluruh jajaran pemerintah yang telah menorehkan keputusan bersejarah ini.

“Rakyat Indonesia tidak akan pernah berhenti berdoa untuk beliau. Karena mengenang jasa Pak Harto berarti mengingat masa di mana bangsa ini bersatu, bekerja, dan berdaulat,” pungkasnya.

Selain Jenderal Besar H.M. Soeharto, pemerintah juga menetapkan sembilan tokoh lainnya sebagai Pahlawan Nasional tahun 2025, di antaranya:

  1. K.H. Abdurrahman Wahid – Jawa Timur (politik & pendidikan Islam)
  2. Marsinah – Jawa Timur (perjuangan sosial & kemanusiaan)
  3. Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja – Jawa Barat (hukum & politik)
  4. Hajjah Rahmah El Yunusiyyah – Sumatera Barat (pendidikan Islam)
  5. Jenderal TNI (Purn) Sarwo Edhie Wibowo – Jawa Tengah (perjuangan bersenjata)
  6. Sultan Muhammad Salahuddin – NTB (pendidikan & diplomasi)
  7. Syaikhona Muhammad Kholil – Jawa Timur (pendidikan Islam)
  8. Tuan Rondahaim Saragih – Sumatera Utara (perjuangan bersenjata)
  9. Zainal Abidin Syah – Maluku Utara (politik & diplomasi)

Narasumber: Prof. Dr. KH. Sutan Nasomal, S.H., M.H.
Tokoh Pers, Pakar Hukum Internasional, Ekonom, Presiden Partai Oposisi Merdeka,
Pendiri & Pengasuh Ponpes Ass-Saqwa Plus.

 

banner 325x300
Penulis: L24Editor: Agustinus Bobe

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *