banner 728x250

Di Gudang Sunyi, Beras Menjaga Perut Perbatasan

ATAMBUA |BELUPOS.Com — 
Di balik pintu-pintu baja gudang Bulog Atambua, karung-karung beras tersusun rapi. Mereka tak bersuara, namun menyimpan janji paling mendasar bagi manusia perbatasan: rasa aman untuk makan esok hari. Di tahun 2026, janji itu masih terjaga.

Kepala Perum Bulog (Dolog) Atambua, Yermi R. F. Djami, memastikan bahwa stok beras untuk kebutuhan masyarakat Kabupaten Belu dan Malaka, Nusa Tenggara Timur, berada dalam kondisi terkendali dan aman.

“Stok beras yang tersedia di gudang Bulog Atambua saat ini mencapai sekitar 1.000 ton. Jumlah ini cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat serta instansi pemerintah,” ujar Yermi kepada Belu Pos, Rabu (21/01/2026).

Bagi wilayah perbatasan, beras bukan sekadar komoditas. Ia adalah penyangga stabilitas sosial, pengendali gejolak harga, sekaligus simbol hadirnya negara di dapur rakyat.

Yermi menjelaskan, sepanjang tahun 2026 Bulog Atambua tetap menjalankan berbagai program strategis pangan sebagaimana tahun sebelumnya. Program-program tersebut dirancang untuk menjaga ketahanan pangan sekaligus melindungi daya beli masyarakat.

Program pengadaan gabah dan beras, termasuk jagung, terus berjalan sebagai bagian dari upaya memperkuat stok nasional. Sementara itu, Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) direncanakan berlangsung sepanjang tahun guna menahan laju harga di tingkat konsumen.

“Program SPHP tetap kami siapkan sepanjang tahun untuk memastikan harga beras di pasaran tetap stabil dan terjangkau,” katanya.

Selain itu, Bulog juga bersiap melaksanakan program bantuan pangan yang direncanakan berlangsung selama empat bulan. Namun, waktu pelaksanaannya masih menunggu arahan resmi dari Badan Pangan Nasional (Bapanas).

“Untuk bantuan pangan, rencananya empat bulan. Pelaksanaannya menunggu perintah dari Badan Pangan Nasional,” tambah Yermi.

Di tengah cuaca yang tak selalu ramah dan rantai distribusi yang panjang di wilayah timur, ketersediaan 1.000 ton beras menjadi penanda bahwa negara masih berdiri di barisan depan urusan perut rakyatnya.

Di Atambua, di gudang yang tampak sunyi itu, beras bukan hanya disimpan.
Ia menjaga harapan,
menunda lapar,
dan memastikan bahwa 2026 dimulai tanpa kecemasan di meja makan perbatasan.

banner 325x300
Penulis: L24Editor: Agustinus Bobe

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *