banner 728x250

Tiga Hari Besar, Satu Irama Pengabdian

Di Balik Lalu Lintas dan Kebersihan Kota, Belu Menjaga Damai Imlek, Paskah, dan Idulfitri

ATAMBUA, |BELUPOS.Com — Kota kecil di perbatasan itu bersiap. Bukan hanya menyambut hari raya, tetapi menjaga makna di baliknya. Lampion akan menyala saat Imlek. Lilin-lilin Paskah akan berpendar di altar gereja. Takbir Idulfitri akan menggema memecah subuh.

Dan di sela-sela sukacita itu, ada kerja sunyi yang jarang terlihat: memastikan semuanya berjalan aman, tertib, dan bersih.

Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan Kabupaten Belu merapatkan barisan. Koordinasi diperkuat menjelang tiga momentum besar—Tahun Baru Imlek, Paskah, dan Idulfitri.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan Kabupaten Belu, , Robert Mali  menegaskan komitmen tersebut kepada media ini, Senin (16/02/2026).

Menjaga Arus, Menjaga Rasa Aman

Di jalan-jalan utama Atambua, kendaraan akan meningkat. Terminal dan titik-titik keramaian menjadi simpul yang tak boleh lengah.

Bagi Dinas Perhubungan, kelancaran arus lalu lintas adalah wajah pertama dari rasa aman. Pengaturan parkir, kesiapan angkutan umum, hingga koordinasi dengan aparat keamanan menjadi bagian dari skenario besar yang disiapkan.

╔══════════════════════════════════╗
“Hari raya adalah momentum sukacita. Tugas kami memastikan masyarakat dapat merayakannya dengan nyaman, aman, dan tertib.”
╚══════════════════════════════════╝

Di balik peluit petugas dan rambu-rambu yang ditegakkan, ada komitmen menjaga harmoni kota.

Kota Bersih, Hati Tenang

Namun kerja tak berhenti pada lalu lintas. Lingkungan hidup menjadi denyut kedua yang tak kalah penting.

Sampah sisa perayaan, lonjakan aktivitas pasar, dan keramaian pusat kota adalah konsekuensi yang harus diantisipasi. Petugas kebersihan bersiaga lebih awal. Armada pengangkut sampah dipastikan siap beroperasi optimal.

Di pagi hari setelah perayaan, ketika sebagian warga masih terlelap, mereka telah menyapu sisa pesta agar kota kembali bersih—agar kebahagiaan tak meninggalkan jejak yang merusak.

╔══════════════════════════════════╗
“Kebersihan dan ketertiban adalah bagian dari penghormatan terhadap hari suci. Kota yang bersih adalah cermin kedewasaan masyarakat.”
╚══════════════════════════════════╝

Harmoni di Tanah Perbatasan

Kabupaten adalah ruang perjumpaan iman dan budaya. Di sini, Imlek dirayakan dengan damai, Paskah disambut dengan khidmat, dan Idulfitri dipenuhi silaturahmi lintas keyakinan.

Tiga hari besar, tiga warna perayaan—namun satu tekad yang sama: menjaga kebersamaan.

Di ruang rapat dinas, peta dan jadwal dibentangkan. Di lapangan, petugas bersiap. Semua bergerak dalam satu irama: pengabdian.

Karena pada akhirnya, keberhasilan hari raya bukan hanya tentang kemeriahan ibadah atau panjangnya arus mudik. Ia juga tentang kota yang tertib, jalan yang lancar, dan lingkungan yang tetap bersih.

Di perbatasan negeri ini, harmoni bukan sekadar slogan. Ia dijaga dengan kerja nyata—sunyi, konsisten, dan penuh tanggung jawab.

banner 325x300
Penulis: L24Editor: Agustinus Bobe

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *