banner 728x250

Di Ruang Sunyi Kekuasaan, Sebuah Amanah Diletakkan

Wakil Bupati Belu Lantik Penjabat Sekda, Mengisi Kekosongan yang Menentukan Arah

ATAMBUA | BELUPOS.COM
Pagi itu, Ruang Kerja Bupati Belu tidak sekadar menjadi tempat administratif. Ia berubah menjadi ruang sakral kekuasaan, tempat kata-kata sumpah bergaung pelan namun menentukan arah birokrasi ke depan. Jumat, 30 Januari 2026, Wakil Bupati Belu Vicente Hornai Gonsalves, ST, berdiri dengan sikap tenang, memimpin pengambilan sumpah dan pelantikan Elly C.H. Rambitan, S.H sebagai Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Belu.

Tidak ada gegap gempita. Yang hadir adalah kesunyian yang khidmat—sunyi yang sarat makna. Di ruangan itu, sebuah amanah resmi dipindahkan, sebuah tanggung jawab negara disematkan.

Vicente mengawali sambutannya dengan nada reflektif, menempatkan peristiwa ini bukan semata agenda pemerintahan, tetapi sebagai peristiwa moral dan spiritual.

“Kita patut bersyukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, karena atas rahmat dan kasih-Nya, seluruh proses pengambilan sumpah dan pelantikan hari ini dapat berlangsung dengan lancar dan penuh khidmat,” ucapnya.

Bagi Pemerintah Kabupaten Belu, pelantikan ini bukan hanya soal mengisi jabatan kosong. Ia adalah langkah strategis untuk menjaga denyut pelayanan publik agar tetap berirama—tidak tersendat oleh kekosongan struktural.

Sebelumnya, Elly Rambitan telah menjalankan peran sebagai Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah, menyusul pejabat definitif yang mendapat penugasan di tempat lain. Kekosongan itu, menurut Vicente, tak boleh dibiarkan terlalu lama.

“Hari ini kita mengisi kekosongan jabatan Sekretaris Daerah dengan Penjabat Sekda guna memperlancar pelayanan pemerintahan, pembangunan, dan kemasyarakatan di Kabupaten Belu,” tegasnya.

Namun, tugas Penjabat Sekda tidak berhenti pada rutinitas birokrasi. Vicente menekankan bahwa jabatan ini menyimpan misi strategis yang menentukan masa depan organisasi pemerintahan daerah.

“Ibu Penjabat Sekda diberikan amanah untuk membantu Bupati dalam mempersiapkan seluruh proses administrasi dan tahapan, sehingga kita dapat segera memperoleh Sekretaris Daerah definitif,” tambahnya, dengan tekanan pada kata amanah.

Di balik kalimat formal itu, tersirat pesan tegas: jabatan ini adalah jembatan, bukan tujuan akhir. Ia menuntut ketelitian, integritas, dan kecepatan dalam menata proses menuju kepastian kepemimpinan birokrasi.

Pada momen yang sama, Wakil Bupati Belu juga menyampaikan apresiasi kepada Pelaksana Tugas Kepala BKD serta Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Belu, yang dinilai berperan aktif memastikan seluruh proses pelantikan berjalan sesuai ketentuan.

“Kami berharap Penjabat Sekretaris Daerah dapat menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, dedikasi, dan integritas sebagai pelayan masyarakat, serta memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh masyarakat Kabupaten Belu,” pesannya menutup sambutan.

Pelantikan ini turut disaksikan para Asisten Sekda, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Belu, serta rohaniawan Kristen Protestan sebagai saksi sumpah—sebuah penegasan bahwa jabatan publik, pada akhirnya, dipertanggungjawabkan bukan hanya kepada negara, tetapi juga kepada nilai-nilai moral.

Di ruang kerja itu, Belu menaruh harapan. Sunyi. Tegas. Dan penuh makna.

 

banner 325x300
Penulis: L24Editor: Agustinus Bobe

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *