banner 728x250

Mabuk Ucapan, Mabuk Kuasa: Kisah Viral Wahyudin Moridu di Panggung Politik Gorontalo

GORONTALO |BELUPOS.Com) –Ketika video seorang wakil rakyat viral di jagat maya, publik bukan hanya menyoroti kata-katanya, tetapi juga menimbang wibawa lembaga yang ia emban. Itulah yang kini menimpa Wahyudin Moridu, anggota DPRD Provinsi Gorontalo dari Fraksi PDIP. Ia tertangkap kamera saat sesumbar ingin “merampok uang negara” demi foya-foya dalam perjalanan menuju Makassar.

Badan Kehormatan (BK) DPRD Provinsi Gorontalo pun bergerak cepat. Mereka memanggil Wahyudin untuk klarifikasi. Ketua BK, Fikram Salilama, memastikan sang legislator mengakui bahwa pria dalam video itu memang dirinya.

“Pada intinya, yang bersangkutan menyampaikan bahwa ia dalam keadaan mabuk dan tidak sadar kalau sedang direkam,” ujar Fikram, Jumat (19/9/2025).

Di hadapan BK, Wahyudin berkilah: ia baru saja menenggak minuman keras sejak malam hingga pagi hari saat menuju bandara. Di dalam mobil, bersama seorang wanita yang duduk di kursi penumpang depan, ia melontarkan kalimat yang kini menjadi buah bibir masyarakat.

“Kita hari ini menuju Makassar menggunakan uang negara. Kita rampok saja uang negara ini, kita habiskan saja biar negara makin miskin. Membawa hugel ke Makassar membawa uang negara,” ucap Wahyudin dalam rekaman video itu, diselingi tawa dan nada bercanda.

Tidak berhenti di situ, ia bahkan menyebut namanya sendiri, seakan menegaskan identitasnya kepada dunia:

“Siapa ji? Wahyudin Moridu. Anggota DPRD Gorontalo. Nanti 2031 berhenti, masih lama.”

Kalimat itulah yang kini menjadi ironi. Sebab, ucapan seorang wakil rakyat sejatinya adalah cermin tanggung jawab, bukan sekadar kelakar di bawah pengaruh alkohol.

Kini publik menanti: apakah kasus ini akan berhenti sebagai viral moment, atau menjadi pintu masuk evaluasi serius terhadap etika dan kehormatan parlemen di Gorontalo?

 

banner 325x300
Penulis: Redaksi BeluposEditor: Agustinus Bobe

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *