ATAMBUA | BELUPOS.Com) – Harapan baru bersemi dari tanah perbatasan. Pemerintah Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, memastikan akan mengalokasikan dana sebesar Rp1 miliar bagi setiap kelurahan di tahun anggaran 2026. Dana ini bukan sekadar angka, melainkan jalan menuju kesejahteraan rakyat lewat dua program unggulan: pengembangan tanaman Porang (Maek Bako) dan bantuan SIM gratis bagi pengojek.
Di hadapan warga Lidak, Kamis (18/9/2025), Bupati Belu Willybrodus Lay, S.H., menuturkan dengan suara penuh keyakinan:
“Porang akan menjadi sumber ekonomi keluarga yang menjanjikan, sementara SIM gratis adalah cara kita memastikan pengojek bisa bekerja dengan tenang, taat hukum, dan membawa pulang rezeki yang lebih baik untuk keluarga mereka.”
Porang, Tanaman Masa Depan
Porang—atau Maek Bako dalam sebutan lokal—bukan sekadar tanaman. Ia adalah simbol harapan. Dari tanah kering perbatasan, akar ini dipercaya mampu mengubah wajah ekonomi rumah tangga. Dengan nilai jual tinggi di pasar ekspor, porang dipandang sebagai komoditas masa depan.
SIM Gratis, Jalan Pengojek yang Lebih Lapang
Bupati Willy juga menegaskan, bantuan SIM gratis akan diberikan secara bertahap bagi para pengojek di 12 kelurahan se-Kota Atambua, Atambua Selatan, dan Atambua Barat. Program ini bukan hanya administrasi di atas kertas, melainkan wujud perhatian nyata agar roda kehidupan para pengojek bisa terus berputar tanpa hambatan hukum.
English – Timor Leste Version
ATAMBUA – A new hope is rising in the borderland. The Government of Belu Regency, East Nusa Tenggara, will allocate 1 billion rupiah for each urban village in 2026. The funds will support two flagship programs: Porang (Maek Bako) cultivation and free driving licenses for motorcycle taxi drivers.
Speaking before the people of Lidak on Thursday (18/9/2025), Belu Regent Willybrodus Lay declared:
“Porang is the future of household income, while free driving licenses will allow our motorcycle taxi drivers to work legally, safely, and bring home better income for their families.”
Porang is not just a crop—it is a promise. Meanwhile, the free driving license program is a bridge toward safer streets and better livelihoods for borderland drivers.
Bahasa Lokal Belu – Atambua
ATAMBUA – Foinsae foun sei mosu husi rai perbatasan. Governo Kabupaten Belu sei fó osan Rp1 miliar ba kada kelurahan iha tinan 2026. Osan ne’e sei fó ba program rua boot: Maek Bako (Porang) no SIM gratis ba pengojek.
Iha aldeia Lidak, loron-kamis (18/9/2025), Bupati Belu Wily Lay hatete ho oin boot:
“Maek Bako sei sai osan susar ba família, no SIM gratis mak loron-foun ba pengojek atu servisu ho legal, ho segurança, no lori osan mai uma.”
Maek Bako mak esperança, SIM gratis mak dalan luan ba pengojek iha Atambua.
Belu Pos – Menyuarakan Suara Rakyat dari Perbatasan untuk Nusantara















