banner 728x250

Romo Marianus Lecke Pr. Membaptis 34 Jiwa di Gereja St. Paulus Ande Ate: “Kenalilah Pengorbanan-Nya dan Sembahlah Salib Suci”

TAMBOLAKA | BELUPOS.Com) – Suara lonceng Gereja St. Paulus Ande Ate di Bukambero, Kodi Utara, bergaung syahdu pada Minggu, 14 September 2025. Hari itu, bertepatan dengan Pesta Salib Suci, tiga puluh empat jiwa menerima Sakramen Pembaptisan. Suasana iman, pengorbanan, dan kasih terasa begitu kental, seolah salib Kristus menjelma cahaya yang menerangi dusun kecil di Sumba Barat Daya.

“Salib bukan sekadar lambang penderitaan. Ia adalah tanda kemenangan kasih yang mengalahkan dosa dan maut,” ucap Romo Marianus Lecke, Pr., yang memimpin Misa Pembaptisan dengan penuh khidmat.

Ratusan umat memenuhi gereja sederhana itu. Mereka datang bukan hanya sebagai saksi, melainkan sebagai keluarga iman yang ikut merayakan lahirnya saudara-saudari baru dalam Kristus. Di tengah khusyuknya perayaan, renungan hari Minggu mengangkat tema mendalam: “Kenalilah Pengorbanan-Nya dan Sembahlah Salib Suci.”

📖 “Karena firman tentang salib memang adalah kebodohan bagi mereka yang akan binasa, tetapi bagi kita yang diselamatkan, firman itu adalah kekuatan Allah.” (1 Korintus 1:18)

“Kami sangat bersyukur dipercaya menjadi wali baptis. Semoga anak-anak ini tumbuh menjadi pribadi yang baik dan benar, demi Kerajaan Allah,” ungkap Markus Pati Mone, salah seorang wali baptis, dengan mata berbinar penuh harapan.

Momen ini bukan hanya tentang air baptis yang menyucikan, melainkan juga tentang api iman yang menyalakan harapan di Kodi Utara. Di balik setiap tetes air suci, ada doa, ada cinta, dan ada salib yang selalu memberi arah: jalan menuju hidup kekal.

📖 “Atau tidak tahukah kamu, bahwa kita semua yang telah dibaptis dalam Kristus Yesus, telah dibaptis dalam kematian-Nya? Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.” (Roma 6:3-4)


🌍 Multilingual Feature Version

Bahasa Indonesia

Pembaptisan di Gereja St. Paulus Ande Ate bukan hanya peristiwa ritual, tetapi juga perayaan iman dan kasih. Dalam Salib Kristus, umat diajak untuk melihat bahwa hidup bukan semata penderitaan, melainkan kemenangan kasih yang menyelamatkan.

English

The baptism at St. Paul Parish in Ande Ate was more than a ritual. It was a celebration of faith, hope, and love. In the Cross of Christ, the faithful were reminded that life is not only about suffering but about the triumph of love that brings salvation.

Tetum (Timor Leste)

Baptismu iha Igreja São Paulo Ande Ate laós deit ritual, maibé festa ida ba liafuan no domin. Iha Cruz Kristus, ita hotu hanoin katak moris laós deit susar, maibé manan husi domin ne’ebé fo salvasaun.

Bahasa Sumba Barat Daya

Baptisan nda Gereja St. Paulus Ande Ate na’a mu’u dewa, ta ganu pati pu’u, ta ganu mbaru, ta ganu ngara lodo. Pu’a Salib Yesus, la nda la’a na pandeta, ma la’a na mananga: nggaba ngara pa kabihu, nggaba ngara pa mori.

Latin (Ecclesiastical tone)

Baptismus in Ecclesia Sancti Pauli Ande Ate non solum ritus erat, sed etiam celebratio fidei et caritatis. In Cruce Christi fideles agnoverunt vitam non tantum esse passionem, sed victoriam amoris quae ad salutem ducit.


 

banner 325x300
Penulis: UmbuEditor: Agustinus Bobe

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *