banner 728x250

Wagub Johni Asadoma Dampingi Menko AHY dan Menteri Transmigrasi di Sumba Timur

 

Bahas Transmigrasi, Gula, hingga Energi Baru Terbarukan

WAINGAPU, [BELUPOS Com] – Sumba Timur mendapat perhatian khusus dari pemerintah pusat. Selasa (19/8/2025), Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), bersama Menteri Transmigrasi, M. Iftitah Sulaiman Suryanagara, melakukan kunjungan kerja ke daerah itu.

Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma, turut mendampingi rangkaian agenda yang berlangsung sejak siang hingga sore hari.

Kunjungan ini disambut dengan upacara adat Sumba Timur di Bandara Umbu Mehang Kunda, Waingapu. Hadir pula Bupati dan Wakil Bupati Sumba Timur, jajaran Forkopimda, serta Direktur PT Muria Sumba Manis (MSM), Budi Hediana.

Industri Gula Jadi Fokus

Agenda pertama adalah kunjungan ke PT MSM di Melolo, perusahaan gula terintegrasi yang sejak 2014 mengelola lahan lebih dari 21.000 hektare. Saat ini, MSM memproduksi 210 ribu ton gula kristal putih per tahun, 100 ribu ton molase, 30 ribu ton pupuk organik, serta listrik biomassa 22 MW—12 MW di antaranya berpotensi masuk ke jaringan masyarakat Sumba Timur.

“Dengan kemajuan teknologi dan keberanian, kita mampu mengubah daerah yang penuh tantangan ini menjadi daerah yang menghasilkan,” tegas Menko AHY.

Ia menekankan pentingnya pola integrasi transmigrasi dengan industri. Menurutnya, kawasan transmigrasi menyediakan lahan dan tenaga kerja, sementara industri membawa modal, teknologi, dan pasar. “Jika pola ini berhasil, dampaknya nyata: pertumbuhan ekonomi, pengentasan kemiskinan, dan lapangan kerja berkelanjutan,” tambahnya.

Apresiasi Wakil Gubernur

Wakil Gubernur Johni Asadoma menilai kunjungan ini sebagai wujud perhatian nyata pemerintah pusat bagi NTT.
“Atas nama pemerintah provinsi, saya menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya. Kehadiran ini bukti bahwa masyarakat NTT tidak sendiri dalam menghadapi tantangan pembangunan,” ujar Johni.

Ia juga memaparkan kondisi NTT yang masih dihadapkan pada keterbatasan air. Karena itu, ia mengusulkan pembangunan lebih dari 1.600 embung kecil dan 35 embung irigasi, serta peningkatan infrastruktur jalan nasional untuk memperkuat distribusi hasil produksi.

Lapangan Kerja dan Martabat

Menteri Transmigrasi, M. Iftitah Sulaiman Suryanagara, menggarisbawahi bahwa NTT menghadapi tantangan iklim kering dan topografi berbatu. Namun ia mengapresiasi keberanian PT MSM mengembangkan industri besar di wilayah tersebut.

“MSM telah menyerap 3.500 tenaga kerja, bahkan 6.000 orang saat musim panen. Pekerjaan tetap tidak hanya mengubah ekonomi, tetapi juga mengangkat martabat masyarakat,” kata Menteri Iftitah.

Ia menegaskan, pengelolaan sumber daya air akan menjadi prioritas. Dirjen Sumber Daya Air diminta menyusun strategi agar NTT tidak kekurangan pasokan air untuk rumah tangga maupun industri.

Komitmen Daerah

Bupati Sumba Timur, Umbu Lili Pekuwali, menyatakan pihaknya berkomitmen menjadikan Sumba Timur sebagai pusat pertumbuhan baru di NTT. “Dengan langkah pembangunan terarah dan pemberdayaan masyarakat, Sumba Timur diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan rakyat serta memberi kontribusi nyata bagi visi Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

Panen Tebu dan Rumah Tenun

Rangkaian kunjungan ditutup dengan panen tebu di lahan PT MSM, yang dilakukan bersama Menko AHY, Menteri Iftitah, Wagub Johni, dan Bupati Sumba Timur. Panen ini menjadi simbol sinergi pemerintah pusat, daerah, dan swasta dalam memperkuat ketahanan pangan serta membuka lapangan kerja.

Rombongan juga meninjau embung irigasi bawah tanah yang menopang perkebunan tebu, serta mengunjungi Rumah Tenun Hamuhori–Hamuhara yang menaungi 180 penenun lokal. Para menteri memberi dukungan nyata dengan membeli hasil tenun dan menerima buku Jalur Tenun Sumba.

Kunjungan ini menegaskan bahwa pengembangan kawasan transmigrasi Melolo bukan sekadar proyek pembangunan, tetapi bagian dari strategi nasional: pengentasan kemiskinan, penciptaan lapangan kerja, swasembada gula, dan energi baru terbarukan di NTT.

Rombongan kemudian bertolak kembali ke Jakarta pada pukul 17.30 WITA.


 

banner 325x300
Penulis: Redaksi BeluposEditor: Agustinus Bobe

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *