banner 728x250

Bupati Belu Cup 2026, Belu Rajut Persahabatan Perbatasan dan Bidik Panggung PON Nasional

ATAMBUA |BELUPOS.Com — Sorak ribuan penonton menggema di Stadion Haliwen, Atambua. Drum berdentum, bendera berkibar, dan semangat persaudaraan melampaui garis batas negara. Di tengah gegap gempita pembukaan Open Turnamen Sepakbola Bupati Belu Cup 2026, Kabupaten Belu tidak sekadar menggelar kompetisi olahraga.

Daerah di beranda Republik itu sedang mengirim pesan besar kepada Indonesia: dari wilayah perbatasan, persahabatan dan mimpi besar sedang dirajut menuju panggung nasional.

Bupati Belu, Willybrodus Lay, S.H, berdiri di hadapan ribuan masyarakat dengan nada penuh optimisme. Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras menyukseskan turnamen bergengsi tersebut. Namun lebih dari itu, Willy Lay juga melontarkan visi besar: menjadikan Bupati Belu Cup sebagai agenda resmi tahunan hingga membawa Belu menjadi salah satu tuan rumah cabang sepak bola pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 di Nusa Tenggara Timur.

╔════════════════════════════════╗
❝ Sepak bola tidak mengenal batas negara.
Yang dibangun bukan hanya pertandingan,
tetapi persahabatan dan persaudaraan. ❞
Willybrodus Lay, SH
╚════════════════════════════════╝

Dengan suara tegas, Bupati Belu meminta Ketua Panitia bersama seluruh pimpinan perangkat daerah segera menyiapkan Peraturan Daerah (Perda) agar Bupati Belu Cup memiliki dasar hukum dan terus berlangsung secara berkelanjutan, meski kepemimpinan daerah suatu saat berganti.

Ia bahkan menetapkan arah besar pengembangan sepak bola di Belu. Jika Bupati Belu Cup digelar rutin setiap bulan Mei, maka pada September atau Oktober mendatang akan diselenggarakan Liga Pelajar Indonesia untuk menjaring bibit-bibit muda potensial dari seluruh wilayah Belu.

“Anak-anak muda kita harus punya ruang untuk bertumbuh. Dari lapangan seperti inilah masa depan sepak bola Belu dibangun,” ungkapnya.

Bagi Willy Lay, sepak bola adalah bahasa universal masyarakat perbatasan. Olahraga ini menyatukan emosi, membangun solidaritas, dan menghapus sekat-sekat geografis yang selama ini memisahkan masyarakat lintas negara.

Karena itu, ketika Nusa Tenggara Timur digadang menjadi tuan rumah PON 2028, Pemerintah Kabupaten Belu langsung menyatakan kesiapan menjadi salah satu venue utama cabang olahraga sepak bola.

Di hadapan Ketua Asprov PSSI NTT dan tamu undangan lainnya, Willy Lay menyampaikan permohonan resmi agar Belu diberikan kepercayaan menjadi lokasi pertandingan nasional tersebut. Bahkan, ia menjanjikan pembukaan spektakuler jika impian itu terwujud.

╔════════════════════════════════╗
❝ Jika Belu dipercaya menjadi venue
PON 2028, kami akan menampilkan
1.000 penari untuk memeriahkan
acara pembukaannya. ❞
— Willybrodus Lay, SH
╚════════════════════════════════╝

Pernyataan itu langsung disambut tepuk tangan meriah masyarakat yang memenuhi stadion.

Tak hanya sepak bola, Kabupaten Belu juga disebut berpeluang menjadi tuan rumah cabang olahraga Rugby. Ketua Federasi Rugby Provinsi NTT, Bonifasius Jebarus, menilai Belu memiliki potensi besar jika seluruh pihak mampu menjaga sportivitas dan keamanan selama turnamen berlangsung.

Ia mengingatkan bahwa citra daerah sangat menentukan kepercayaan penyelenggaraan event nasional.

“Kalau suasana aman, tertib, dan sportif terus terjaga, bukan hanya sepak bola. Rugby juga sangat mungkin dibawa ke Belu,” katanya.

Atmosfer persahabatan memang begitu terasa sepanjang pembukaan turnamen. Tim-tim dari Timor Leste, Kota Kupang, Kabupaten Timor Tengah Utara, hingga Kabupaten Malaka hadir membawa semangat persaudaraan di kawasan perbatasan RI-RDTL.

Bupati Belu pun memberikan apresiasi khusus kepada Imigrasi, Bea Cukai, PLBN, dan jajaran TNI sektor perbatasan yang telah mendukung kelancaran mobilitas serta keamanan peserta dari negara tetangga.

Di Belu, sepak bola bukan sekadar olahraga. Ia telah berubah menjadi jembatan diplomasi rakyat, ruang perjumpaan budaya, dan simbol persaudaraan lintas batas.

Menjelang akhir sambutannya, Willy Lay kembali membakar antusiasme masyarakat dengan mengumumkan laga final Bupati Belu Cup 2026 yang akan berlangsung pada 20 Juni mendatang. Sepekan setelahnya, tepat pada 27 Juni, masyarakat Belu kembali akan disuguhi perhelatan budaya akbar Festival Fulan Fehan.

Ia mengundang seluruh peserta dan tamu dari berbagai daerah, termasuk Timor Leste, untuk tetap tinggal dan menikmati keindahan budaya Belu yang mendunia.

╔════════════════════════════════╗
❝ Selamat bertanding.
Jaga terus persahabatan yang telah terjalin,
dan kiranya Tuhan Yang Maha Kuasa
senantiasa melindungi kita semua. ❞
— Willybrodus Lay, SH
╚════════════════════════════════╝

Di bawah cahaya senja Stadion Haliwen, turnamen itu akhirnya resmi dimulai. Namun bagi masyarakat Belu, yang sedang dimulai sesungguhnya adalah sebuah mimpi besar: membawa nama perbatasan berdiri sejajar di panggung olahraga nasional Indonesia.

banner 325x300
Penulis: Redaksi BeluposEditor: Agustinus Bobe

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *