banner 728x250

Tangis Hormat di Bawah Pedang Pora, Kapolda NTT Lepas Brigjen Baskoro Tri Prabowo dengan Penuh Haru

KUPANG |BELUPOS.COM|– Langkah-langkah perlahan itu berjalan di bawah lengkung pedang pora yang berdiri tegak penuh kehormatan. Di halaman Mapolda Nusa Tenggara Timur, suasana Selasa pagi tak sekadar menjadi seremoni pelepasan seorang perwira tinggi Polri, tetapi berubah menjadi ruang emosional yang dipenuhi rasa hormat, pengabdian, dan kenangan panjang tentang loyalitas kepada negeri.
Kapolda NTT, Rudi Darmoko, memimpin langsung tradisi pedang pora pelepasan Wakapolda NTT, Baskoro Tri Prabowo, Selasa (12/5/2026) pukul 10.30 Wita di Mapolda NTT.
Tradisi tersebut menjadi simbol penghormatan institusi Polri kepada pejabat yang memasuki masa purna tugas setelah puluhan tahun mengabdikan diri kepada bangsa dan negara.
Prosesi diawali dengan barisan pedang pora yang diikuti jajaran personel Polda NTT. Suasana semakin khidmat ketika Kapolda NTT membacakan pernyataan resmi pelepasan di hadapan pejabat utama serta anggota Polda NTT yang berdiri dalam suasana penuh haru.
╔════════ ❀♡❀ ════════╗
“ Pada hari ini Selasa tanggal 12 Mei tahun 2026 pukul 10.30 Wita secara resmi saya Kapolda NTT melepas Brigjen Pol purnawirawan Baskoro Tri Prabowo, S.I.K., M.H., teriring doa dan ucapan terima kasih atas pengabdian Jenderal kepada Polri, bangsa dan negara. Semoga Tuhan senantiasa melindungi kita semua, amin. ”
╚════════ ❀♡❀ ════════╝
Usai pembacaan pernyataan pelepasan, prosesi dilanjutkan dengan pengalungan bunga, penyerahan buket bunga, dan penyematan pin oleh Kapolda NTT sebagai simbol penghormatan atas dedikasi serta loyalitas Brigjen Pol (Purn) Baskoro Tri Prabowo selama menjalankan tugas di Korps Bhayangkara.
Pelepasan tersebut dilaksanakan berdasarkan Surat Telegram Kapolri Nomor ST/960/V/2026 tanggal 7 Mei 2026 tentang mutasi jabatan, di mana Wakapolda NTT dimutasikan sebagai Pati Polda NTT dalam rangka memasuki masa pensiun.
Momen paling emosional terlihat ketika prosesi payung pora mengiringi langkah Brigjen Pol (Purn) Baskoro Tri Prabowo meninggalkan lingkungan Mapolda NTT. Dalam suasana yang nyaris membungkam seluruh halaman markas kepolisian itu, Kapolda NTT turut membacakan puisi penghormatan sebelum bersama sang jenderal melangkah keluar dari lingkaran payung pora.
╔════════ ❀♡❀ ════════╗
“ Pengabdian sejati tidak pernah benar-benar pergi. Ia tinggal dalam jejak keteladanan, dalam loyalitas, dan dalam hati mereka yang pernah dipimpin. ”
╚════════ ❀♡❀ ════════╝
Prosesi pelepasan kemudian ditutup dengan keberangkatan Brigjen Pol (Purn) Baskoro Tri Prabowo menggunakan kendaraan Brimob Wakapolda yang diiringi lambaian tangan seluruh anggota Polda NTT sebagai penghormatan terakhir kepada sosok pemimpin yang dikenal humanis dan berdedikasi tinggi selama bertugas di Nusa Tenggara Timur.
Tradisi pedang pora bukan hanya seremoni formal di tubuh Polri. Ia adalah simbol bahwa setiap pengabdian memiliki kehormatan, dan setiap loyalitas kepada negara akan selalu dikenang oleh institusi yang pernah dibela dengan sepenuh jiwa.
Di bawah langit Kupang yang teduh pagi itu, langkah seorang jenderal mungkin meninggalkan markas kepolisian, tetapi jejak pengabdiannya tetap tinggal di hati banyak anggota yang pernah berjalan bersamanya.

banner 325x300
Penulis: Redaksi BeluposEditor: Agustinus Bobe

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *