BETUN |BELUPOS.Com – Di tanah yang sunyi namun penuh harap, di antara ruang-ruang kelas yang menjadi saksi tumbuhnya generasi, denyut perubahan itu perlahan dipahat, di bawah kepemimpinannya, menegaskan bahwa organisasi bukan sekadar struktur—melainkan napas panjang perjuangan mencerdaskan anak bangsa.
Jumat, 10 April 2026, kepada media ini, ia berbicara dengan tenang namun berisi. Program demi program telah digerakkan, bukan sekadar wacana, melainkan kerja nyata yang menjejak tanah: pendataan guru secara menyeluruh, diskusi strategis bersama Pemerintah Daerah terkait kebijakan yang berpihak pada guru dan pendidikan, hingga membangun sinergitas lintas sektor bersama Polres Malaka, insan pers, dan para pemangku kepentingan lainnya.
Tak berhenti di sana, bersama Pemerintah Daerah Malaka melalui Dinas Pendidikan, PGRI terus memperkuat sistem dan kekompakan guru—baik honorer maupun ASN. Sebuah upaya sunyi namun mendasar, agar setiap guru memahami perannya secara utuh ketika berdiri di hadapan murid dan masyarakat.
“Perilaku guru adalah basis. Dari sanalah lahir proses membangun perilaku menuju pencerdasan anak bangsa. Guru harus sadar perannya, agar setiap langkahnya benar dan bermakna,” ujar Jhon Seran Suri dengan nada tegas namun penuh harap.
Lebih jauh, ia mengungkapkan bahwa langkah ke depan tak kalah penting: pembaharuan kepengurusan di sejumlah kecamatan serta peningkatan pengelolaan iuran organisasi. Tujuannya sederhana namun mendalam—membangun sinergitas dari tingkat sekolah hingga kabupaten, agar guru dan sekolah menjadi etalase terdepan dalam membangun kecerdasan generasi.
“Kita ingin Malaka yang beradab, berkualitas, dan memiliki relasi global yang berdaya saing. Semua itu berawal dari guru dan sekolah,” tegasnya.
Secara kontekstual, langkah PGRI Malaka ini menjadi cerminan bahwa pembangunan pendidikan tidak bisa berjalan parsial. Di tengah tantangan globalisasi dan dinamika kebijakan pendidikan nasional, penguatan organisasi profesi guru menjadi fondasi penting untuk menjaga kualitas, integritas, dan arah pendidikan di daerah perbatasan seperti Malaka.
Pada akhirnya, di balik segala program dan strategi, tersimpan satu keyakinan yang tak lekang oleh waktu: bahwa masa depan sebuah daerah tidak hanya dibangun oleh infrastruktur, tetapi oleh guru-guru yang setia menyalakan cahaya di ruang kelas—cahaya kecil yang kelak menerangi peradaban besar.















