banner 728x250

Camat Turun, Pelayanan Naik: Dari Lidak, Pesan Negara Disampaikan dengan Hati

 

ATAMBUA |BELUPOS.Com — Pagi itu di Kelurahan Lidak, Rabu (01/04/2026), suasana terasa berbeda. Bukan sekadar kunjungan seremonial, melainkan perjumpaan yang mengalir hangat antara pemerintah dan rakyatnya. Di tengah denyut kehidupan warga, Camat Atambua Selatan, Katharina Mura, hadir memperkenalkan diri—bukan sebagai pejabat yang ingin dihormati, tetapi sebagai pelayan yang siap mendengar.

Langkahnya ringan, namun pesannya berat. Di hadapan Lurah, LPM, para Ketua RW, RT, dan kader se-Kelurahan Lidak, ia menegaskan makna kehadiran pemerintah di tengah masyarakat.

╔════════════════════════════════════╗
“Sebagai pejabat, kami hadir bukan untuk dilayani, tetapi untuk melayani masyarakat. Jika ada masalah berkaitan dengan pelayanan, mari kita selesaikan dengan musyawarah dan mufakat.”
╚════════════════════════════════════╝

Kalimat itu tidak sekadar diucapkan—ia seperti menembus ruang, mengetuk kesadaran kolektif tentang esensi kekuasaan: melayani, bukan dilayani.

Kunjungan tersebut juga menjadi ruang dialog terbuka. Sejumlah persoalan mengemuka—mulai dari kebersihan lingkungan, administrasi kependudukan, isu sosial, kesehatan, hingga kewajiban pajak. Semua dibicarakan dalam suasana yang cair, tanpa sekat.

Lurah Lidak, Ruben Bauk, SH, menyambut baik kehadiran camat yang menurutnya membawa harapan baru bagi penyelesaian berbagai persoalan yang selama ini mengendap.

╔════════════════════════════════════╗
“Kami mengapresiasi kehadiran Camat Atambua Selatan, agar berbagai catatan diskusi yang terjadi selama ini dapat dicarikan jalan keluarnya. Diskusi hari ini juga menjadi bahan evaluasi kelurahan ke depan.”
╚════════════════════════════════════╝

Tak hanya itu, ia juga mengingatkan seluruh perangkat di tingkat akar rumput—LPM, RW, dan RT—untuk terus menjaga amanah yang telah dipercayakan oleh masyarakat, serta siap menghadapi evaluasi berkala dari pihak kelurahan.

╔════════════════════════════════════╗
“Kami berharap LPM, RW, dan RT terus melaksanakan kepercayaan jabatan yang telah diberikan masyarakat. Sewaktu-waktu akan dilakukan evaluasi terhadap kinerja.”
╚════════════════════════════════════╝

Pertemuan itu bukan hanya agenda formal, tetapi cermin dari wajah birokrasi yang mulai bergerak ke arah partisipatif. Di tengah tuntutan masyarakat yang semakin kompleks, pendekatan dialogis seperti ini menjadi penting—bukan hanya untuk menyerap aspirasi, tetapi juga membangun kepercayaan publik yang selama ini kerap tergerus oleh jarak antara pemerintah dan warga.

Di Kelurahan Lidak, hari itu, negara tidak hadir sebagai simbol kekuasaan, melainkan sebagai ruang percakapan—tempat masalah diurai bersama, dan harapan dirajut kembali.

Dan dari pertemuan sederhana itu, satu hal terasa pasti: pelayanan yang tulus selalu menemukan jalannya pulang—ke hati rakyat yang dilayani.

banner 325x300
Penulis: L24Editor: Agustinus Bobe

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *