banner 728x250

Di Gudang Sunyi, Beras Bicara tentang Natal dan Rasa Aman

ATAMBUA | BELUPOS.COM) —
Di antara derap waktu yang bergerak menuju Natal dan Tahun Baru 2026, ketika dapur-dapur mulai menakar harapan dan piring-piring menunggu diisi, ada kerja sunyi yang jarang terdengar: memastikan beras tetap ada, cukup, dan aman. Di gudang-gudang Bulog Atambua, kerja itu berlangsung tanpa sorotan, namun menentukan denyut kehidupan ribuan keluarga di perbatasan.

Menjelang akhir tahun, Perum Bulog (Dolog) Atambua memastikan satu hal sederhana namun krusial: masyarakat Belu, Timor Tengah Utara (TTU), dan Malaka tidak perlu cemas soal beras. Stok aman. Dapur tetap menyala. Natal tak akan kekurangan rasa.

Pimpinan Dolog Atambua Ryand Jami, didampingi Kepala Operasional Helmut, kepada Belu Pos, Senin (15/12/2025), menyampaikan bahwa persiapan stok beras untuk pelayanan rutin serta menghadapi lonjakan kebutuhan Natal dan Tahun Baru telah disiapkan secara matang.

“Untuk wilayah Belu, TTU, dan Malaka, stok beras dalam kondisi aman. Saat ini kami sedang menyalurkan bantuan pangan kepada masyarakat dengan total 300 ton beras,” ujar Ryand, tenang namun pasti.

Tak berhenti di situ, irama logistik terus bergerak. Di Pelabuhan Laut Atapupu, 1.000 ton beras telah tiba dan siap didistribusikan. Dalam waktu dekat, 750 ton beras tambahan akan kembali dibongkar. Angka-angka ini bukan sekadar statistik—ia adalah jaminan rasa tenang bagi ribuan rumah tangga.

“Dengan tambahan ini, kami pastikan kebutuhan beras masyarakat hingga Natal dan Tahun Baru tetap tercukupi,” tambahnya.

Bulog Atambua juga tak menutup mata pada denyut pasar. Pengawasan dilakukan hingga ke tingkat pengecer, memastikan harga dan ketersediaan beras tetap stabil. Ritel modern seperti JM Mart dan Kreatif Mart di Kota Atambua turut dipantau agar distribusi berjalan adil dan merata.

Di balik gudang-gudang yang sunyi dan tumpukan karung beras yang tersusun rapi, ada kerja yang tak meminta pujian. Namun justru dari sanalah lahir rasa aman—bahwa di meja makan perbatasan, nasi tetap mengepul, doa tetap mengalir, dan Natal tetap hadir dengan kehangatannya.

Di Atambua, beras tak sekadar pangan. Ia adalah janji negara yang diam-diam ditepati.

banner 325x300
Penulis: L24Editor: Agustinus Bobe

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *