banner 728x250

Nafas Baru dari Global South

AFRIKA SELATAN |BELUPOS.Com)-Pada panggung KTT G20 di Afrika Selatan—pertemuan bersejarah pertama di benua itu—Wakil Presiden Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, berdiri dengan pesan yang ringkas namun tegas: Global South tak lagi menjadi penonton sejarah.

Dalam pidato yang bernuansa diplomasi modern dan refleksi strategis, Gibran menempatkan negara-negara berkembang sebagai poros baru dinamika global. Dunia, katanya, tengah bergerak ke arah multipolaritas yang menuntut keadilan, keberanian, dan kolaborasi baru.

“Global South bukan lagi penonton. Kita adalah penggerak arah dunia,” tutur Gibran, nyaring dan terukur di hadapan para pemimpin internasional, Sabtu, 22 November 2025.

Ia menyoroti kesenjangan pembiayaan iklim yang selama ini membatasi negara-negara berkembang dalam mengelola bencana, adaptasi, dan transisi energi bersih. Dalam forum itu, ia menegaskan pentingnya pembiayaan yang merata, inovatif, dan tidak diskriminatif—mulai dari restrukturisasi utang hingga mekanisme transisi hijau yang realistis.

Indonesia kemudian mengumumkan komitmen besar: 2,5 miliar USD per tahun untuk menopang UMKM berwawasan lingkungan serta pembangunan infrastruktur yang climate-resilient—sinyal kuat bahwa ekonomi hijau tidak boleh menjadi agenda elitis, tetapi rumah bagi semua.

Gibran juga mengangkat keberhasilan QRIS sebagai instrumen inklusi digital yang mampu menghubungkan pelaku usaha kecil dengan ekosistem keuangan global. Di tengah ledakan aset digital dan kripto, ia mengajukan gagasan baru: dialog ekonomi intelijen untuk memetakan peluang dan risiko di lanskap finansial masa depan.

“Kerja sama global harus mengangkat satu sama lain—bukan menciptakan ketergantungan,” ujarnya, menutup pidato dengan nada filosofis, seolah menarik garis tegas antara solidaritas dan subordinasi.

Pidato Gibran di Afrika Selatan bukan semata laporan diplomatik; ia tampil sebagai refleksi sebuah generasi yang tumbuh dalam ketidakpastian global. Generasi yang menyadari bahwa pusat gravitasi ekonomi dunia sedang bergeser, dan bahwa masa depan harus dirancang bersama—bukan diwariskan dari meja-meja kekuasaan lama.

Di Johannesburg, Global South berbicara dengan satu suara. Dan Indonesia, lewat seorang Wapres muda, menyampaikan salah satu artikulasi paling nyaringnya.

banner 325x300
Penulis: Redaksi BeluposEditor: Agustinus Bobe

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *