banner 728x250

Menko AHY: Perbatasan Harus Jadi Beranda Depan Indonesia

Laporan Khusus Redaksi BeluPos.com

ATAMBUA |BELUPOS.COM) — Suasana Bandara A. A. Bere Tallo, Kamis (13/11/2025), terasa berbeda dari biasanya. Langit perbatasan tampak bersih, dan semilir angin sejuk menyambut kedatangan tiga menteri sekaligus: Menteri Koordinator Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara, serta Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya.

Rombongan disambut langsung oleh Bupati Belu, Willybrodus Lay, S.H, dan Bupati Timor Tengah Utara (TTU), Falentinus Delasalle Kebo, S.IP, M.A, didampingi jajaran Forkopimda, para asisten, pimpinan OPD dari kedua kabupaten, serta Dekan UNHAN RI Benmboi Atambua. Hadir pula Wakil Bupati Belu dan Ketua TP PKK Kabupaten TTU dalam penyambutan penuh kehormatan itu.

Kunjungan kerja ini menjadi momen penting dalam upaya memperkuat kerja sama lintas daerah di kawasan perbatasan RI–RDTL, sekaligus menegaskan arah baru pembangunan ekonomi kreatif dan transmigrasi di wilayah Nusa Tenggara Timur.

“Kita ingin wilayah perbatasan tidak lagi dilihat sebagai halaman belakang, melainkan beranda depan Indonesia — tempat lahirnya inovasi, ekonomi kreatif, dan kebanggaan nasional,”
Agus Harimurti Yudhoyono | Menko Pembangunan Kewilayahan

Dalam pertemuan singkat di ruang transit bandara, para kepala daerah dan menteri berdiskusi mengenai strategi percepatan pembangunan yang berpihak pada masyarakat perbatasan. Isu utama yang dibahas meliputi konektivitas antarwilayah, penguatan ekonomi rakyat, serta integrasi program lintas sektor, termasuk pariwisata, transmigrasi produktif, dan industri kreatif lokal.

Bupati Belu Willybrodus Lay menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian pemerintah pusat terhadap wilayahnya. Ia menilai kunjungan Menko AHY dan rombongan merupakan bentuk komitmen nyata pemerintah dalam menatap perbatasan sebagai wilayah strategis.

“Kehadiran para menteri ini memberi semangat baru bagi kami di Belu dan TTU untuk bergerak lebih cepat, membangun dari perbatasan demi kesejahteraan rakyat,”
— ujar Bupati Willy penuh optimisme.

Sementara itu, Bupati TTU Falentinus Delasalle Kebo menekankan pentingnya kolaborasi berkelanjutan antarwilayah. Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan agar menjadikan perbatasan sebagai ruang tumbuh ekonomi dan budaya yang saling menguatkan.

“Perbatasan ini bukan pemisah, tetapi penghubung. Kita ingin menunjukkan bahwa dari NTT, Indonesia Timur bisa menjadi sumber ide, karya, dan pertumbuhan baru,”
— tutur Bupati Falentinus.

Menko AHY, dalam kesempatan itu, juga menyoroti pentingnya investasi pada sumber daya manusia muda di perbatasan, yang dinilainya sebagai aset masa depan bangsa. “Anak-anak muda NTT memiliki kreativitas luar biasa. Pemerintah harus hadir memberi akses dan dukungan agar mereka mampu menembus pasar nasional bahkan internasional,” katanya.

Sementara Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menambahkan, potensi ekonomi kreatif di wilayah perbatasan seperti Belu dan TTU memiliki daya jual tinggi jika dikembangkan dengan strategi promosi modern dan dukungan infrastruktur digital.

“Tenun, musik, dan kuliner NTT bisa mendunia. Yang kita perlukan adalah jejaring dan keberanian untuk menampilkan identitas lokal di pasar global,”
— ujarnya.

Kunjungan kerja para menteri itu menjadi simbol sinergi pusat dan daerah. Dari landasan Bandara A. A. Bere Tallo, harapan baru tumbuh — bahwa pembangunan tidak lagi berpusat di kota besar, melainkan dimulai dari perbatasan, dari tempat di mana Indonesia berhadapan langsung dengan dunia.

BELUPOS.COM
Suara dari Perbatasan, untuk pembangunan nasional

banner 325x300
Penulis: L24Editor: Agustinus Bobe

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *