banner 728x250

Pengamat Publik: Reformasi Polri Harus Menyentuh Hati Rakyat

KUPANG | BELUPOS.COM – “Reformasi Polri bukan sekadar agenda teknis, tetapi jalan panjang untuk membangun kepercayaan rakyat kepada penegak hukum.”
Kalimat itu dilontarkan Raimundus P. Ramo Luan, pengamat politik publik, saat dimintai pandangan soal rencana besar reformasi kepolisian yang kini bergulir di ruang kebijakan nasional.

Bagi Raimundus, rencana reformasi Polri adalah agenda strategis yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Ia menilai, keberhasilan reformasi ini akan menjadi penentu masa depan institusi Polri: apakah tetap terjebak dalam birokrasi kaku, atau menjelma sebagai institusi profesional, transparan, dan akuntabel yang benar-benar dipercaya masyarakat.

“Saya terus mengamati perkembangan reformasi ini karena percaya, langkah-langkah yang diambil harus berpihak pada kepentingan masyarakat dan membangun kepercayaan publik terhadap aparat penegak hukum,” tegasnya.

Lebih dari Sekadar Struktural

Raimundus menolak anggapan bahwa reformasi hanya berarti merombak struktur organisasi. Menurutnya, tantangan sesungguhnya justru ada pada budaya kerja. Polri, katanya, harus berani berbenah dalam hal sistem pengawasan internal, etika pelayanan publik, hingga tata kelola anggaran.

“Reformasi Polri tidak boleh berhenti pada urusan administrasi. Ia harus menyentuh perilaku, pola pikir, dan jiwa pelayanan yang tulus kepada masyarakat,” ujarnya penuh penekanan.

Ia mengingatkan, masyarakat tidak butuh jargon, melainkan pelayanan yang nyata. Dari pengaturan lalu lintas hingga penegakan hukum dalam kasus besar, rakyat ingin merasakan bahwa Polri bekerja bukan untuk kepentingan segelintir elit, melainkan untuk keselamatan bersama.

Politik Kepercayaan

Sebagai pengamat, Raimundus menyoroti pentingnya dimensi politik dalam reformasi Polri. Menurutnya, setiap institusi hukum pada akhirnya berdiri di atas fondasi kepercayaan publik. Jika kepercayaan itu hilang, maka seluruh struktur dan peralatan canggih yang dimiliki Polri tak akan berarti.

“Polri harus sadar bahwa kekuatan utama mereka bukan senjata atau pangkat, melainkan kepercayaan rakyat. Tanpa itu, legitimasi runtuh,” katanya.

Harapan dan Masukan

Raimundus berharap agar wacana reformasi tidak berhenti pada seminar dan rapat-rapat koordinasi. Ia mendorong pemerintah, parlemen, dan Polri sendiri untuk membuka ruang partisipasi publik dalam perumusan kebijakan.

“Analisis dan gagasan yang saya sampaikan hanyalah bagian kecil dari masukan. Namun saya yakin, jika reformasi dijalankan dengan tulus, efektif, adil, dan berorientasi pada kepentingan publik, Polri akan tumbuh sebagai institusi yang dicintai rakyatnya,” tutupnya.


📌 Opini ini ditulis sebagai pandangan pengamat politik publik Raimundus P. Ramo Luan. Redaksi BeluPos.com tidak bertanggung jawab atas isi opini, namun menilai penting untuk menghadirkan beragam gagasan demi perbaikan bangsa.

banner 325x300
Penulis: Raimundus P. Ramo LuanEditor: Agustinus Bobe

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *