banner 728x250

Stok Beras Aman Untuk Warga Bencana, Harapan Tetap Menyala

Cadangan Beras Bulog untuk Korban Bencana di Sumut Sangat Mencukupi

SUMUT |BELUPOS.Com)-Di sebuah sore yang lengang di Posko Darurat Pemprov Sumut, Jalan AH Nasution, Wakil Gubernur Surya berdiri dengan nada suara yang tegas namun meneduhkan: “Cadangan pangan kita, khususnya beras Bulog, sangat cukup.”

Pernyataan itu bukan sekadar jawaban atas keresahan publik, tetapi juga sebuah penegasan bahwa di tengah duka bencana yang melanda Sumatera Utara, negara hadir dengan kepastian logistik.

Data yang Disusun, Kebutuhan yang Diukur

Pemprov Sumut telah menyisir laporan dari berbagai kabupaten/kota. Hasilnya:
16 daerah mengajukan permohonan bantuan pangan, dengan total kebutuhan mencapai 2.268 ton beras.

Angka itu bukan sekadar statistik; ia adalah penanda betapa luasnya dampak bencana, betapa banyak meja makan yang terancam tanpa nasi, dan betapa sigap pemerintah menghimpun kebutuhan warganya.

Surya memastikan bahwa Bulog telah membuka pintu gudang tanpa keraguan.
“Dari Bulog sudah siap. Selanjutnya kita akan menghubungi kabupaten/kota agar penyalurannya segera dilakukan dan diberikan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan,” ujarnya.

Ketepatan Sasaran: Bukan Slogan, Tapi Prinsip

Di ruang itu, birokrasi terasa lebih sebagai etika ketimbang prosedur.
Surya menekankan bahwa penyaluran beras akan mengikuti data resmi dari pemerintah daerah.
“Artinya, beras itu akan didistribusikan kepada warga yang terdampak. Kita minta data untuk memastikan ketepatan sasaran,” katanya, memastikan tak ada sebutir pun yang salah alamat.

Dalam situasi bencana, ketepatan bukan hanya administrasi—ia adalah moralitas.

Bulog: Siaga Tanpa Batas Waktu

Kepala Perum Bulog Kanwil Sumut, Budi Cahyanto, menegaskan kesiapan pihaknya dengan kalimat yang ringkas namun penuh daya:
“Beras kita sudah siap. Tugas kami hanya menunggu perintah untuk menyalurkannya.”

Gudang Bulog, dengan karung-karung putihnya, berdiri seperti barisan penjaga yang tak pernah tidur—siap digerakkan kapan saja, ke mana saja, sepanjang warga membutuhkan.

Refleksi di Tengah Bencana

Setiap butir beras yang disiapkan itu sesungguhnya membawa cerita: tentang rumah yang luluh lantak, tentang keluarga yang berlindung sementara di tenda-tenda darurat, tentang orang tua yang hanya ingin anaknya tetap bisa makan dengan layak.

Di tengah segala kerusakan, stok beras yang aman terasa seperti pelita kecil yang menyala. Sebuah tanda bahwa negara tidak absen, bahwa krisis bukan alasan untuk menyerah.

Surya menutup keterangannya dengan kalimat sederhana, namun penting:
“Stok beras kita di Sumatera Utara itu cukup.”

Di luar posko, angin sore masih bergerak pelan. Kota tetap berjalan. Dan harapan—meski diuji—tetap menemukan jalannya.

banner 325x300
Penulis: Redaksi BeluposEditor: Agustinus Bobe

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *