banner 728x250

Pulang yang Tak Sempat Sampai: Sebuah Perjalanan Terakhir di Motaain

ATAMBUA |BELUPOS. Com) –Perbatasan Motaain, Jumat siang, 19 Desember 2025, menjadi saksi hening sebuah perjalanan yang terhenti. Seorang pria asal Kabupaten Alor mengembuskan napas terakhirnya saat hendak kembali ke Indonesia, di ruang lintas negara yang biasanya dipenuhi langkah-langkah pulang.

Menurut kesaksian Lurdis Tilma Piris, pria tersebut baru saja turun dari kendaraan travel ketika tiba-tiba jatuh pingsan. Warga dan petugas di sekitar lokasi segera memberikan perhatian, lalu memindahkannya ke sebuah lorong agar lebih teduh.
Saat itu, almarhum masih menunjukkan tanda-tanda kehidupan.

Petugas setempat sempat melakukan pemeriksaan awal, termasuk pengecekan tekanan darah. Namun kondisi pria tersebut terus melemah hingga akhirnya meninggal dunia beberapa menit kemudian.
“Kami tidak diizinkan mendekat, jadi hanya bisa melihat dari kejauhan. Namanya pun saya tidak tahu,” ujar Lurdis.

Informasi yang diperoleh menyebutkan bahwa almarhum berasal dari Kabupaten Alor dan melakukan perjalanan dari Timor Leste menuju wilayah Indonesia. Hingga berita ini diturunkan, identitas lengkap dan penyebab pasti meninggal dunia belum diketahui.

Peristiwa ini menyisakan duka dan keheningan di perbatasan—ruang yang kerap dilalui ribuan orang setiap hari dengan harapan sederhana: sampai di rumah dengan selamat. Tidak ada suara keras, tidak ada keramaian. Hanya langkah yang terhenti, dan saksi yang menyimpan ingatan.
Di perbatasan, manusia sering kali datang dan pergi sebagai pelintas. Namun sesekali, ada kisah yang menetap—mengingatkan bahwa setiap perjalanan membawa nyawa, cerita, dan keluarga yang menunggu di ujung jalan.

Seorang bapak dari Alor telah berpulang di antara dua negeri. Namanya mungkin belum tercatat, namun peristiwa ini menjadi pengingat sunyi: bahwa di balik lalu lintas perbatasan, ada sisi kemanusiaan yang selalu dipeduli.

banner 325x300
Penulis: L24Editor: Agustinus Bobe

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *