banner 728x250

Pemuda Belu Belajar Olah Limbah Jadi Ecoenzym, Gerakan Hijau Dimulai dari Aula PKO

ATAMBUA |BELUPOS.Com) – Dari tangan-tangan muda yang bersemangat, sampah organik tak lagi sekadar limbah, tetapi diubah menjadi sumber kehidupan baru. Itulah semangat yang mengalir dalam Pelatihan Ecoenzym yang digelar Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Belu, Jumat (22/8/2025).

Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Aloysius Fahik Akua, S.STP, membuka secara resmi kegiatan Pemberdayaan dan Pengembangan Organisasi Kepemudaan melalui Pelatihan Ecoenzym yang berlangsung di Aula PKO Belu.

Menurut Aloysius, kegiatan ini bukan sekadar pelatihan teknis, tetapi sebuah gerakan moral yang lahir dari kepedulian generasi muda terhadap bumi.

“Jika anak muda mampu melihat limbah sebagai berkah, maka sesungguhnya mereka sedang menulis masa depan yang lebih hijau untuk Belu,” ungkapnya penuh harap.

Hadir pula Dosen Politani Kupang sebagai narasumber, serta Plt. Kadis PKO Kabupaten Belu. Mereka bersama peserta berkomitmen mendukung gerakan kepemudaan yang inovatif, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.

Bagi para peserta, pelatihan ini membuka ruang baru: kreativitas, kepedulian, sekaligus kontribusi nyata bagi lingkungan. Dari sisa dapur rumah tangga hingga pasar, semua bisa diolah menjadi cairan ecoenzym yang bermanfaat.

“Kami ingin belajar, agar organisasi kepemudaan tidak hanya berkumpul, tetapi juga memberi arti lewat karya nyata,” tutur salah satu peserta dengan mata berbinar.

Pelatihan ini pun menjadi momentum, bahwa dari aula sederhana di Atambua, gerakan hijau bisa bergaung lebih luas: dimulai dari generasi muda untuk bumi yang lestari.


 

banner 325x300
Penulis: Prokopimbelu/RedaksibeluposEditor: Agustinus Bobe

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *