Berita Utamawarta Kota

Korban Gempa Flores Menembus 51 Jiwa, Pencarian Berlanjut

60
×

Korban Gempa Flores Menembus 51 Jiwa, Pencarian Berlanjut

Sebarkan artikel ini

MANGGARAI |BELUPOS.Com — Pagi di Flores belum benar-benar pulih ketika kabar duka kembali datang. Di antara rumah-rumah yang retak, jalan yang terganggu, fasilitas kesehatan yang rusak, dan warga yang masih memilih bertahan di ruang terbuka, angka korban gempa terus bertambah.

Hingga Minggu (16/8/2026) pukul 09.00 WITA, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) mencatat 51 orang meninggal dunia akibat gempa bumi yang mengguncang Nusa Tenggara Timur.

Angka itu bertambah dari laporan sebelumnya yang mencatat 48 korban meninggal dunia.

Kepala Basarnas Mohammad Syafii mengatakan, tambahan korban tersebut ditemukan di sejumlah wilayah terdampak. Tiga korban meninggal dunia ditemukan di Manggarai Timur.

Sementara di wilayah Manggarai, khususnya Reo, jumlah korban meninggal dunia bertambah satu orang, dari sebelumnya 23 orang menjadi 24 orang.

“Data korban terus kami perbarui berdasarkan hasil pencarian dan laporan dari lapangan. Tambahan korban menunjukkan bahwa proses pencarian dan pertolongan masih terus berlangsung di sejumlah wilayah terdampak.”

angka yang datang bersama duka

Gempa berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Nagekeo, NTT, pada Sabtu (15/8/2026) pukul 04.58 WIB.

Guncangan kuat itu tidak berhenti sebagai getaran di daratan. Gempa tersebut juga memicu tsunami dengan ketinggian maksimum 0,94 meter di sejumlah wilayah NTT, NTB, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tenggara.

Sehari setelah bencana, Flores masih menghadapi pekerjaan besar: mencari mereka yang belum ditemukan, memastikan keselamatan warga yang selamat, membuka akses yang terganggu, sekaligus memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak.

Di sejumlah tempat, rumah tidak lagi menjadi ruang yang sepenuhnya memberi rasa aman. Warga memilih berada di luar rumah karena khawatir terhadap kondisi bangunan dan kemungkinan terjadinya gempa susulan.

rumah sakit ikut menanggung beban

Dampak gempa juga terasa di sektor pelayanan kesehatan.

Sejumlah fasilitas kesehatan mengalami kerusakan, termasuk RSUD Komodo dan RSUD Ruteng. Kondisi tersebut membuat sejumlah pasien harus dipindahkan demi keselamatan dan keberlangsungan pelayanan medis.

Kerusakan juga dilaporkan terjadi pada rumah warga, pelabuhan, serta akses jalan di sejumlah kabupaten di NTT.

Bagi wilayah kepulauan seperti NTT, kerusakan akses bukan sekadar persoalan infrastruktur. Jalan dan pelabuhan adalah urat nadi yang menghubungkan bantuan dengan masyarakat. Ketika akses terputus, waktu menjadi semakin mahal bagi mereka yang menunggu pertolongan.

pencarian belum boleh berhenti

Dengan jumlah korban yang terus diperbarui, operasi pencarian dan pertolongan menjadi salah satu pekerjaan paling menentukan dalam fase awal penanganan bencana.

Setiap laporan dari lapangan menjadi penting. Setiap akses yang berhasil dibuka memberi peluang bagi tim penyelamat untuk menjangkau wilayah yang sebelumnya sulit didatangi.

Konteksnya jelas: angka 51 bukan sekadar statistik. Di balik setiap angka terdapat manusia, keluarga, rumah, dan kehidupan yang terputus dalam hitungan detik. Karena itu, pembaruan data korban harus berjalan beriringan dengan pencarian, evakuasi, pelayanan kesehatan, pemulihan akses, dan pemenuhan kebutuhan dasar warga.

“Di tengah duka yang terus bertambah, tugas kita bukan hanya menghitung korban, tetapi memastikan setiap orang yang masih bisa diselamatkan tidak kehilangan kesempatan untuk ditemukan dan ditolong.”

Flores kini menatap hari kedua setelah gempa dengan luka yang belum selesai dihitung. Di antara reruntuhan dan kecemasan, para penyintas menunggu satu hal yang paling sederhana sekaligus paling berarti: kepastian bahwa mereka tidak sendirian.

Sebab setelah bumi berguncang dan angka korban bertambah, yang tersisa bagi manusia adalah keberanian untuk mencari, tangan yang terus menolong, dan harapan yang menolak padam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *