AGATS |BELUPOS.COM – Di sebuah wilayah yang dikelilingi sungai, rawa, dan hutan tropis Papua Selatan, tersimpan jejak peradaban yang tidak ditulis di atas kertas, melainkan dipahat pada kayu dan diwariskan dari generasi ke generasi. Jejak itulah yang disaksikan langsung Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, saat mengunjungi Museum Budaya Asmat di Agats, Minggu (21/6/2026).
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari agenda kerja Wapres di Kabupaten Asmat. Di dalam museum, Gibran bersama rombongan berjalan menyusuri lorong-lorong yang menyimpan kekayaan budaya masyarakat Asmat, salah satu warisan seni paling berpengaruh di Tanah Papua.
Satu per satu koleksi diperhatikannya. Ukiran-ukiran khas Asmat yang tersimpan di dalam museum seakan menghadirkan kembali kisah kehidupan masyarakat pesisir yang selama berabad-abad membangun hubungan erat dengan alam, tradisi, dan nilai-nilai leluhur.
Berbagai karya seni yang dipamerkan merupakan hasil pahatan tangan para seniman Asmat. Koleksi tersebut menggambarkan perjalanan hidup masyarakat Agats, mulai dari simbol kehidupan, hubungan kekerabatan, hingga penghormatan terhadap leluhur yang menjadi bagian penting dalam kebudayaan setempat.
Di antara koleksi yang menarik perhatian terdapat ukiran buaya raksasa yang tersimpan di museum. Karya monumental itu menjadi salah satu simbol kuat yang merepresentasikan hubungan masyarakat Asmat dengan lingkungan alam yang selama ini menjadi sumber kehidupan mereka.
Selama berada di museum, Wapres juga berdialog dengan para petugas dan mendengarkan penjelasan mengenai berbagai koleksi yang tersimpan. Percakapan itu berlangsung di tengah deretan artefak yang bukan hanya bernilai artistik, tetapi juga memiliki makna historis dan spiritual bagi masyarakat Asmat.
╔════════════════ ❝ ═══════════════╗
“Museum bukan sekadar tempat menyimpan benda-benda masa lalu. Ia adalah ruang yang menjaga ingatan sebuah bangsa agar tidak hilang ditelan zaman, sekaligus menjadi jembatan antara generasi yang telah pergi dan generasi yang akan datang.”
╚════════════════ ❝ ═══════════════╝
Dalam kunjungan tersebut, Wapres Gibran didampingi Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo, bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah yang turut mengikuti rangkaian kegiatan di Kabupaten Asmat.
Usai meninjau Museum Budaya Asmat, Wapres bersama rombongan melanjutkan perjalanan menuju lokasi pembangunan Gedung Katedral Keuskupan Salib Suci Agats yang saat ini sedang dalam proses pembangunan.
Kehadiran Wakil Presiden di Museum Budaya Asmat memiliki makna strategis di tengah upaya pemerintah mendorong pembangunan Papua secara menyeluruh. Perhatian terhadap warisan budaya menunjukkan bahwa kemajuan tidak hanya diukur dari pembangunan fisik semata, tetapi juga dari kemampuan menjaga identitas, sejarah, dan karakter masyarakat yang menjadi fondasi kehidupan bangsa.
Di tanah yang melahirkan para pemahat ulung dunia itu, setiap ukiran menyimpan cerita tentang keberanian, pengorbanan, dan harapan. Dan ketika pemimpin negara datang menyaksikannya secara langsung, yang terlihat bukan sekadar karya seni, melainkan sebuah peradaban yang terus hidup, berbicara, dan menolak untuk dilupakan.















