Berita UtamaKesehatanLensa Perbatasanwarta Kota

Bau dan Nyamuk Ganggu Pasien di RSUD Atambua

37
×

Bau dan Nyamuk Ganggu Pasien di RSUD Atambua

Sebarkan artikel ini

ATAMBUA |BELUPOS.Com — Rumah sakit semestinya menjadi ruang tempat orang memulihkan harapan. Namun, bagi keluarga pasien di Sal Flamboyan RSUD Mgr. Gabriel Manek Atambua, harapan itu kini berhadapan dengan persoalan yang sederhana, tetapi terasa menyakitkan: bau menyengat dari kamar mandi dan nyamuk yang disebut memenuhi ruang perawatan.

Keluhan itu disampaikan keluarga pasien bernama Alex kepada Belu Pos, Rabu (26/8/2026). Mereka mengaku tidak hanya terganggu secara kenyamanan, tetapi juga kesulitan beristirahat ketika harus menjaga anggota keluarga yang sedang menjalani perawatan.

“Kami datang ke rumah sakit untuk menjaga orang sakit. Tetapi kalau kamar berbau, WC sangat bau, dan nyamuk banyak, kami justru tidak bisa tidur. Lama-lama kami yang menjaga pasien bisa ikut sakit.”

Menurut keluarga pasien, kondisi tersebut terutama dirasakan di ruang Sal Flamboyan. Bau dari kamar mandi disebut cukup kuat, sementara keberadaan nyamuk membuat pasien maupun keluarga yang mendampingi merasa tidak nyaman.

Mereka juga mempertanyakan perhatian petugas terhadap kebersihan fasilitas sanitasi. Menurut penuturan keluarga pasien, kamar mandi yang berada di sekitar ruang perawatan tidak selalu mendapat perhatian sebagaimana mestinya.

“WC sangat bau dan petugas tidak pernah memperhatikan itu. Kami berharap pihak rumah sakit segera melihat kondisi ini karena pasien membutuhkan lingkungan yang bersih, bukan lingkungan yang membuat mereka semakin terganggu,” ujar keluarga pasien.

Keluhan tersebut bukan semata persoalan aroma atau kenyamanan ruangan. Dalam konteks pelayanan kesehatan, kebersihan ruang perawatan, sanitasi, pengendalian serangga, serta kualitas lingkungan rumah sakit merupakan bagian penting dari rasa aman pasien dan keluarga. Karena itu, persoalan sederhana seperti kamar mandi berbau dan banyaknya nyamuk layak ditangani secara cepat, terukur, dan berkelanjutan.

Keluarga pasien meminta manajemen RSUD Mgr. Gabriel Manek Atambua segera melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap Sal Flamboyan, khususnya sanitasi kamar mandi, kebersihan ruang perawatan, serta pengendalian nyamuk.

Mereka juga berharap Dinas Kesehatan Kabupaten Belu bersama Bupati Belu melakukan evaluasi terhadap kualitas pengelolaan rumah sakit, terutama apabila keluhan serupa ditemukan di ruang perawatan lainnya.

“Rumah sakit harus bersih dan tetap menjaga kebersihan dari bau dan kotoran. Jangan sampai kita berbicara tentang kesehatan, tetapi kondisi di rumah sakit justru berbanding terbalik dengan kenyataan,” kata keluarga pasien.

Sebagai rumah sakit rujukan di wilayah perbatasan Indonesia–Timor-Leste, RSUD Mgr. Gabriel Manek Atambua memiliki tanggung jawab pelayanan yang tidak ringan. Perbaikan fasilitas sanitasi, pembersihan rutin, pengelolaan sampah, pemeriksaan kamar mandi, serta pengendalian nyamuk dapat menjadi langkah konkret yang segera dilakukan tanpa harus menunggu persoalan berkembang menjadi keluhan yang lebih besar.

Pada akhirnya, kualitas sebuah rumah sakit tidak hanya diukur dari kecanggihan alat medis atau banyaknya tenaga kesehatan. Ia juga tercermin dari hal-hal yang sering luput dari sorotan: lantai yang bersih, kamar mandi yang tidak berbau, udara yang nyaman, dan ruang perawatan yang membuat keluarga pasien merasa aman.

Sebab di ruang rumah sakit, ketika seseorang sedang berjuang untuk sembuh, kebersihan bukan sekadar pelayanan—ia adalah bagian dari penghormatan terhadap kehidupan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *