MALAKA |BELUPOS.Com — Pagi di Lapangan Umum Betun, Desa Wehali, Kecamatan Malaka Tengah, Senin (17/8/2026), seolah berhenti sejenak. Di bawah langit kemerdekaan, Sang Merah Putih perlahan naik ke angkasa, sementara ratusan pasang mata menyaksikan sebuah ritual kebangsaan yang setiap tahun mengingatkan Indonesia pada harga sebuah kemerdekaan.
Upacara Detik-Detik Proklamasi dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Kabupaten Malaka berlangsung khidmat, tertib dan lancar. Mengusung tema “Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur”, upacara dimulai pukul 08.00 WITA.
Bupati Malaka dr. Stefanus Bria Seran, MPH bertindak sebagai Inspektur Upacara. Hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Bupati Malaka, Ketua DPRD Kabupaten Malaka, unsur TNI-Polri, Dansatgas Pamtas RI-RDTL, Forkopimda, pimpinan OPD, tokoh agama, tokoh adat, organisasi kemasyarakatan, pelajar, insan pers serta para undangan.
Di antara barisan peserta upacara, jajaran Kepolisian Resor Malaka berdiri dalam satu kesatuan pengabdian. Kapolres Malaka AKBP Riki Ganjar Gumilar, S.I.K., M.M., didampingi Wakapolres Malaka KOMPOL Wihelmus Sinlae, S.H. serta para pejabat utama Polres Malaka, turut hadir mengikuti seluruh rangkaian upacara.
Kehadiran mereka bukan sekadar representasi institusi kepolisian. Di tengah perayaan kemerdekaan, keberadaan aparat keamanan menjadi bagian dari pesan yang lebih luas: bahwa kemerdekaan harus dijaga bukan hanya dari ancaman, tetapi juga melalui pelayanan, ketertiban dan rasa aman yang dirasakan masyarakat.
Prosesi berlangsung khidmat. Penghormatan kepada Inspektur Upacara dilanjutkan dengan mengheningkan cipta, pembacaan Pancasila, Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 hingga pembacaan Naskah Proklamasi oleh Ketua DPRD Kabupaten Malaka.
Kemudian tibalah saat yang paling ditunggu.
Pasukan Pengibar Bendera melangkah dengan keteguhan yang nyaris tanpa suara. Putera dan puteri terbaik Kabupaten Malaka hasil seleksi tahun 2026 itu membawa Sang Merah Putih menuju tiang bendera. Mereka sebelumnya mendapatkan pembinaan dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Malaka bersama Polres Malaka dan Kodim 1605/Belu.
Ketika bendera mulai terangkat, suasana lapangan berubah menjadi hening yang penuh makna. Merah dan putih bergerak perlahan mengikuti angin, sementara lagu kebangsaan mengikat seluruh peserta dalam satu perasaan yang sama: cinta kepada tanah air.
“Kemerdekaan bukan hanya tentang mengenang bagaimana bangsa ini berdiri, tetapi tentang memastikan setiap hari masyarakat dapat hidup dengan aman, tertib dan bermartabat.”
Semangat itulah yang turut tercermin dari pengamanan yang dilakukan Polres Malaka. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan lancar, sehingga masyarakat dapat mengikuti peringatan kemerdekaan tanpa gangguan berarti.
Di tengah kehidupan masyarakat perbatasan, upacara kemerdekaan di Malaka memiliki konteks yang lebih dalam. Kabupaten ini berada di garis depan wilayah perbatasan Republik Indonesia dengan Timor-Leste. Karena itu, nasionalisme tidak berhenti pada upacara dan penghormatan kepada bendera. Ia hadir dalam kesadaran menjaga persatuan, merawat keamanan, menghormati keberagaman serta memastikan negara benar-benar hadir di tengah masyarakat.
Bagi Polres Malaka, momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI menjadi pengingat bahwa tugas kepolisian tidak berhenti pada menjaga sebuah seremoni. Lebih jauh, kemerdekaan menuntut pengabdian yang terus menyala: menjaga keamanan, memberikan pelayanan dan berdiri bersama masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
Kehadiran tokoh agama, tokoh adat, pelajar, organisasi kemasyarakatan hingga unsur pemerintahan dalam satu lapangan memperlihatkan wajah Malaka yang sesungguhnya—beragam, tetapi berdiri di bawah Merah Putih yang sama.
Pagi itu, setelah upacara usai dan barisan perlahan membubarkan diri, Merah Putih tetap berkibar di atas Lapangan Umum Betun.
Sebab kemerdekaan pada akhirnya bukan sekadar peristiwa yang diperingati setiap 17 Agustus. Ia adalah janji yang harus dijaga setiap hari—dengan persatuan, dengan pengabdian, dan dengan memastikan Indonesia tetap hadir dalam rasa aman setiap warganya.













