Berita UtamaLensa PerbatasanPariwisatawarta Kota

OMK Haumeni Ledakkan Panggung Budaya Orang Muda

7
×

OMK Haumeni Ledakkan Panggung Budaya Orang Muda

Sebarkan artikel ini

KEFAMENANU |BELUPOS.Com— Ketika matahari mulai condong dan halaman gereja perlahan dipenuhi langkah anak-anak muda, sebuah perayaan budaya akan menemukan panggungnya. Bukan sekadar pertunjukan, melainkan ruang tempat kreativitas, iman, persahabatan, dan keberagaman bertemu dalam satu denyut semangat kaum muda.

Orang Muda Katolik (OMK) Paroki Kristus Raja Haumeni, Oe’Apot, menggelar Festival Budaya Orang Muda Katolik (OMK) pada Minggu, 20 September 2026, mulai pukul 15.00 WITA hingga selesai.

Halaman Gereja Paroki Kristus Raja Haumeni akan menjadi ruang perjumpaan bagi OMK dan pelajar se-Paroki Kristus Raja Haumeni. Di tempat itu, budaya tidak hanya dipertontonkan, tetapi dihidupkan melalui karya dan ekspresi generasi muda.

Beragam pertunjukan telah disiapkan. Tarian tradisional dan modern akan mempertemukan keindahan warisan budaya dengan ekspresi kekinian. Pertunjukan musik, nyanyian, serta kidung puisi akan menghadirkan warna lain dari suara dan imajinasi kaum muda.

Tak berhenti pada panggung seni, festival ini juga menghadirkan pemutaran film pendek sebagai karya sinematik inspiratif hasil kreativitas lokal. Aneka kreasi menarik lainnya turut disiapkan untuk melengkapi perayaan tersebut.

“Ketika kaum muda diberi ruang untuk berkarya, budaya tidak berhenti sebagai warisan masa lalu. Ia menemukan napas baru melalui kreativitas generasi hari ini.”

Festival ini menjadi gambaran bahwa ruang budaya bagi kaum muda memiliki arti yang lebih luas daripada sekadar hiburan. Di tengah perubahan zaman, tradisi dan ekspresi modern dapat berjalan beriringan ketika generasi muda memperoleh kesempatan untuk mengenal, mengolah, dan menampilkan identitas budayanya melalui karya.

Karena itu, masyarakat, keluarga, pelajar, dan kaum muda diajak hadir untuk memberikan dukungan sekaligus merayakan kreativitas lokal. Festival tersebut diharapkan menjadi momentum untuk berkumpul, menikmati pertunjukan, serta memberi apresiasi terhadap bakat dan karya orang-orang muda di lingkungan Paroki Kristus Raja Haumeni.

Minggu sore itu, halaman gereja bukan hanya akan menjadi tempat orang datang dan pulang. Ia akan menjadi ruang ketika suara musik bertemu langkah tarian, puisi bertemu imajinasi, dan tradisi bertemu keberanian generasi baru.

Sebab budaya akan tetap hidup bukan hanya karena diwariskan, tetapi karena selalu ada generasi muda yang berani merawatnya dengan karya.

Penulis: L24Editor: Agustinus Bobe

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *