Berita UtamaLensa PerbatasanPolitikPolkamwarta Kota

Lelang Dua Kursi Strategis Belu Memasuki Babak Seleksi

8
×

Lelang Dua Kursi Strategis Belu Memasuki Babak Seleksi

Sebarkan artikel ini

ATAMBUA |BELUPOS.Com – Dua kursi strategis di jantung birokrasi Pemerintah Kabupaten Belu kini memasuki babak penentuan. Kursi Sekretaris Daerah dan Inspektur Daerah bukan sekadar ruang jabatan, melainkan posisi yang akan ikut menentukan irama administrasi pemerintahan, pengawasan, serta arah kerja birokrasi di daerah perbatasan Indonesia dan Timor-Leste.

Di bawah kepemimpinan Bupati Belu Wilibrodus Lay bersama Wakil Bupati Vicente de Hornay, Pemerintah Kabupaten Belu membuka seleksi terbuka pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) untuk mengisi dua jabatan tersebut.

Panitia Seleksi JPTP Kabupaten Belu melalui Pengumuman Nomor: 003/800.1.2.6/PANSEL-JPTP-BELU/IX/2026 tertanggal 16 September 2026, menetapkan sejumlah peserta yang dinyatakan lolos seleksi administrasi dan berhak mengikuti tahapan seleksi berikutnya.

Untuk jabatan Sekretaris Daerah Kabupaten Belu, terdapat lima peserta yang dinyatakan lolos seleksi administrasi.

Mereka adalah Aloysius Mikhael Fahik, S.STP, NIP 197706161997121001, pangkat Pembina Utama Muda (IV/c); Fredrikus Lasakar Bere Mau, ST, NIP 197609282001121005, Pembina Utama Muda (IV/c); Jules Constantyn Carlos Melciades A. Ando, SE, MM, NIP 197012101998031004, Pembina Utama Muda (IV/c); Drs. Nikolaus Umbu Kundji Birri, MM, NIP 197001131989031001, Pembina Utama Muda (IV/c); serta Vincensius Kurniawan Laka, ST, NIP 197409132001121002, Pembina Utama Muda (IV/c).

Sementara untuk jabatan Inspektur Daerah Kabupaten Belu, lima peserta juga dinyatakan lolos seleksi administrasi.

Mereka yakni Dominikus Dwi Untoro Bone, ST, MT, NIP 197112061998031002, pangkat Pembina (IV/a); Fritz Charles Yoseph Nggaludjawa, ST, NIP 197302242005011008, Pembina Tingkat I (IV/b); Imelda Prima De Janti Bria, SH, NIP 198305092005012015, Pembina (IV/a); Marselinus Koli, S.Sos, NIP 197604252001121005, Pembina Tingkat I (IV/b); dan Victor M. Manek Kiik, ST, MT, NIP 197210122000031015, Pembina Tingkat I (IV/b).

Sepuluh nama telah melewati pintu pertama. Namun, pintu berikutnya tidak lagi dibuka oleh kelengkapan administrasi, melainkan oleh kompetensi, kapasitas manajerial, kemampuan sosial-kultural, gagasan, dan ketajaman membaca persoalan pemerintahan.

Tahapan seleksi akan berlanjut pada seleksi kompetensi manajerial dan sosial kultural yang dijadwalkan berlangsung pada 18–19 September 2026, mulai pukul 08.00 Wita hingga selesai, bertempat di Gedung Wanita Betelalenok Atambua dengan menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT).

Setelah itu, peserta akan menghadapi tahapan penulisan makalah pada 23 September 2026, mulai pukul 08.00 Wita hingga selesai di tempat yang sama. Penulisan makalah tersebut bersifat open laptop.

Adapun jadwal seleksi kompetensi bidang dan wawancara akhir oleh Tim Panitia Seleksi akan disampaikan kepada peserta pada saat pelaksanaan penulisan makalah.

Panitia juga menetapkan sejumlah ketentuan yang wajib dipatuhi peserta. Setiap peserta diwajibkan hadir 30 menit sebelum seleksi dimulai, mengenakan kemeja lengan panjang warna putih, berdasi hitam dan bawahan berwarna gelap.

Peserta juga diwajibkan mengikuti seluruh tahapan seleksi.

Rangkaian tersebut memperlihatkan bahwa proses pengisian dua jabatan strategis itu tidak berhenti pada pemenuhan syarat administratif. Seleksi JPTP menjadi ruang untuk menguji kapasitas calon pejabat secara lebih menyeluruh, terutama kemampuan manajerial, sosial-kultural, penguasaan bidang, serta kemampuan menuangkan gagasan melalui makalah dan mempertanggungjawabkannya dalam wawancara.

Dalam konteks pemerintahan daerah, posisi Sekda memiliki peran penting dalam membantu kepala daerah mengoordinasikan penyelenggaraan pemerintahan dan administrasi, sedangkan Inspektur Daerah berada pada posisi strategis dalam fungsi pengawasan internal pemerintahan. Karena itu, proses seleksi kedua jabatan tersebut memiliki dimensi yang lebih luas daripada sekadar pergantian atau pengisian jabatan birokrasi.

Di titik inilah kompetensi para peserta akan diuji.

Bukan hanya bagaimana mereka menjawab soal dalam layar komputer, tetapi juga bagaimana membaca persoalan daerah, merumuskan gagasan, memahami tata kelola pemerintahan, serta menunjukkan kemampuan kepemimpinan yang dibutuhkan dalam birokrasi Kabupaten Belu.

Panitia Seleksi yang diketuai Drs. Seperius Edison Sipa, S.IP, M.Si memastikan seluruh informasi mengenai Seleksi Terbuka JPTP Kabupaten Belu Tahun 2026 disampaikan secara daring melalui kanal informasi Pemerintah Kabupaten Belu, yakni belukab.go.id, Facebook BKPSDMD Kabupaten Belu, Facebook Diskominfo Belu, dan Instagram Dinas Kominfo Kabupaten Belu.

Kini, sepuluh nama telah tercatat dalam lembar resmi seleksi. Lima nama membawa harapan untuk kursi Sekda, sementara lima lainnya menatap kursi Inspektur Daerah.

Tetapi seleksi belum selesai.

Di antara lembar administrasi, layar CAT, lembar makalah, dan ruang wawancara, setiap peserta akan membawa rekam jejak dan gagasannya sendiri. Pada akhirnya, proses seleksi akan menentukan siapa yang memenuhi seluruh tahapan dan persyaratan sesuai mekanisme yang telah ditetapkan panitia.

Sebab dalam birokrasi, sebuah jabatan bukanlah akhir dari sebuah perjalanan. Ia justru awal dari tanggung jawab yang akan diuji oleh waktu, pekerjaan, dan kepentingan rakyat.

Penulis: L24Editor: Agustinus Bobe

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *